Suasana Sepi H-1 Lebaran, Mudik Jarak Dekat Dominasi Terminal Kampung Rambutan
Terminal Kampung Rambutan terpantau sepi pada H-1 Lebaran 2026, Jumat, dengan dominasi pemudik tujuan jarak dekat, menandakan penurunan signifikan setelah puncak arus mudik Lebaran.
Arus mudik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, menunjukkan kondisi relatif sepi pada H-1 Lebaran 2026 yang jatuh pada hari Jumat. Situasi ini mengindikasikan penurunan jumlah penumpang secara signifikan setelah puncak arus mudik yang telah terjadi beberapa hari sebelumnya. Penurunan ini didominasi oleh pemudik yang memilih tujuan jarak dekat, khususnya ke wilayah Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, serta Lampung.
Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, menjelaskan bahwa tren penurunan jumlah penumpang telah mulai terlihat sejak H-2 Lebaran pada Kamis (19/3) lalu. Ia memperkirakan bahwa jumlah pemudik akan terus menurun seiring mendekatnya hari raya Idulfitri. Pantauan di lapangan menunjukkan suasana terminal yang lengang dari pagi hingga siang hari.
Pada H-1 Lebaran ini, mayoritas penumpang yang berangkat dari Terminal Kampung Rambutan memilih rute perjalanan yang lebih singkat. Destinasi populer meliputi kota-kota di Jawa Barat seperti Tasikmalaya, Garut, dan Cianjur, serta wilayah di Banten seperti Merak dan Pandeglang. Selain itu, pemudik juga banyak menuju ke Jawa Tengah seperti Tegal, Pekalongan, Purwokerto, dan Wonosobo, serta Lampung.
Penurunan Arus Mudik dan Destinasi Favorit Jarak Dekat
Data menunjukkan bahwa jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Kampung Rambutan mengalami penurunan drastis menjelang Lebaran. Sejak pukul 00.00 WIB hingga 09.00 WIB pada H-1 Lebaran, tercatat hanya 325 orang penumpang yang telah diberangkatkan. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan hari-hari sebelumnya, menunjukkan bahwa sebagian besar pemudik telah berangkat lebih awal.
Pada Kamis (19/3), atau H-2 Lebaran, jumlah penumpang tercatat sebanyak 3.464 orang, menurun dari puncaknya pada Rabu (18/3) atau H-3 Lebaran yang mencapai 5.336 penumpang. Puncak arus mudik tersebut didominasi oleh tujuan jarak jauh seperti Surabaya, Malang, Palembang, hingga Padang. Pergeseran ini menunjukkan pola mudik yang terpusat pada hari-hari awal libur Lebaran.
Revi Zulkarnain menambahkan bahwa meskipun terjadi penurunan jumlah penumpang secara keseluruhan, beberapa rute jarak dekat tetap menjadi pilihan utama. Kota-kota seperti Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Tegal, Pekalongan, Purwokerto, Wonosobo, Merak, dan Pandeglang masih menjadi tujuan yang ramai. Hal ini mengindikasikan preferensi pemudik untuk tujuan yang dapat dijangkau dalam waktu singkat.
Layanan Terminal Tetap Optimal di Tengah Penurunan Penumpang
Meskipun jumlah pemudik menurun drastis, Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, memastikan bahwa seluruh layanan operasional terminal tetap berjalan normal dan optimal. Posko layanan mudik yang telah disiapkan masih beroperasi penuh untuk melayani kebutuhan para penumpang. Posko ini direncanakan akan tetap aktif hingga tanggal 29 Maret 2026, memastikan ketersediaan bantuan dan informasi bagi pemudik.
Revi juga menegaskan bahwa tidak ada penumpang yang terlantar atau kesulitan mendapatkan tiket di Terminal Kampung Rambutan. Ketersediaan bus reguler masih mencukupi untuk mengangkut seluruh penumpang yang datang. Hal ini memberikan jaminan kenyamanan dan kelancaran bagi masyarakat yang masih ingin melakukan perjalanan mudik Lebaran pada H-1.
Sebelumnya, pihak terminal sempat menyiapkan tiga bus bantuan untuk rute favorit seperti Yogyakarta, Cilacap, dan Malang, namun penambahan armada tersebut belum diperlukan hingga saat ini. Operasional bus antar kota antar provinsi (AKAP) tetap berjalan 24 jam sesuai jadwal masing-masing trayek, bahkan pada hari-H Lebaran. Ini menunjukkan kesiapan terminal dalam melayani arus balik maupun penumpang yang masih ingin bepergian.
Sumber: AntaraNews