Jumlah Pemudik Anjlok Drastis, Loket Bus di Terminal Pulo Gebang Mulai Tutup H-1 Lebaran 1447 Hijriah

Terminal Pulo Gebang terpantau lengang pada H-1 Lebaran 1447 Hijriah dengan penurunan drastis jumlah pemudik, menyebabkan banyak loket bus mulai tutup karena minimnya permintaan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jumlah Pemudik Anjlok Drastis, Loket Bus di Terminal Pulo Gebang Mulai Tutup H-1 Lebaran 1447 Hijriah
Terminal Pulo Gebang terpantau lengang pada H-1 Lebaran 1447 Hijriah dengan penurunan drastis jumlah pemudik, menyebabkan banyak loket bus mulai tutup karena minimnya permintaan. (AntaraNews)

Pada H-1 Lebaran 1447 Hijriah, Terminal Terpadu Pulo Gebang (TTPG) di Jakarta Timur terpantau lengang, menunjukkan penurunan signifikan jumlah calon pemudik. Kondisi ini berbanding terbalik dengan beberapa hari sebelumnya yang masih dipadati ribuan penumpang yang ingin pulang kampung. Penurunan aktivitas ini secara langsung memengaruhi operasional loket bus di TTPG.

Komandan Regu (Danru) TTPG, Badman Harahap, menjelaskan bahwa jumlah penumpang pada Jumat sore, 20 Maret 2026, tercatat menurun drastis dibandingkan periode H-7 hingga H-2 Lebaran. Jika pada Kamis (19/3) masih tercatat sekitar lima ribu orang pemudik, angka tersebut anjlok menjadi 1.300-an per pukul 15.00 WIB pada hari Jumat. Penurunan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar pemudik telah berangkat lebih awal.

Akibat minimnya calon penumpang, banyak perusahaan otobus (PO) di Terminal Pulo Gebang memilih untuk menutup layanan loket penjualan tiket mereka. Badman Harahap menegaskan bahwa kondisi ini terlihat jelas dengan banyaknya loket bus yang sudah tidak beroperasi pada H-1 Lebaran. Rute perjalanan ke berbagai daerah seperti Sumatera, Jawa Tengah, dan Jawa Timur juga mulai berkurang, mencerminkan pergeseran pola perjalanan pemudik tahun ini.

Penurunan Drastis Jumlah Pemudik dan Rute Perjalanan

Penurunan jumlah pemudik yang berangkat dari Terminal Pulo Gebang pada H-1 Lebaran 1447 Hijriah sangat signifikan, menandai berakhirnya puncak arus mudik. Data menunjukkan bahwa dari sekitar lima ribu pemudik pada Kamis (19/3), angka tersebut merosot tajam menjadi hanya sekitar 1.300 orang pada Jumat (20/3) sore. Fenomena ini mengindikasikan puncak arus mudik telah berlalu beberapa hari sebelumnya, dengan sebagian besar masyarakat telah mencapai tujuan mereka.

Berkurangnya jumlah penumpang ini juga berdampak pada ketersediaan rute perjalanan yang dilayani oleh bus. Banyak rute, khususnya menuju Pulau Sumatera, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, mulai dikurangi. Perusahaan otobus menyesuaikan operasional mereka dengan permintaan pasar yang memang sudah sangat rendah menjelang hari raya Idul Fitri.

Kondisi terminal yang lengang ini menjadi pemandangan yang kontras setelah sebelumnya ramai dipadati calon penumpang. Sebagian besar masyarakat yang berencana mudik telah memilih untuk berangkat lebih awal guna menghindari kepadatan dan memastikan mereka tiba di kampung halaman sebelum Lebaran. Hal ini menyebabkan aktivitas keberangkatan di Terminal Pulo Gebang menurun drastis.

Dampak pada Operasional Loket Bus dan Persiapan Arus Balik

Dampak langsung dari penurunan jumlah pemudik adalah penutupan banyak loket penjualan tiket bus di Terminal Pulo Gebang, yang sebelumnya melayani ribuan penumpang. Perusahaan otobus tidak lagi melihat adanya permintaan yang cukup untuk menjaga loket mereka tetap buka. Ini adalah respons alami terhadap minimnya calon penumpang yang ingin membeli tiket pada H-1 Lebaran, menunjukkan efisiensi operasional PO bus.

Dengan berkurangnya aktivitas keberangkatan, pihak pengelola Terminal Pulo Gebang mulai mengalihkan fokus pelayanan. Mereka akan mempersiapkan diri untuk menghadapi arus kedatangan atau arus balik dalam beberapa hari ke depan. Petugas tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi lonjakan penumpang yang akan kembali ke Jakarta setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.

Pengelola terminal berkomitmen untuk menjaga kelancaran dan keamanan di area terminal selama periode arus balik. Kesiapsiagaan petugas penting untuk memastikan semua proses kedatangan berjalan tertib dan nyaman bagi para pemudik yang kembali. Langkah antisipasi ini mencerminkan pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya dalam mengelola mobilitas masyarakat saat Lebaran.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi