Meninggalnya LA (16), remaja yang dibakar di Depok, Jawa Barat, menjadi perhatian Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Choiri Fauzi. Ia bertakziah ke rumah duka dan berkomunikasi dengan ibu korban usai perawatan di RS Fatmawati berakhir duka.
"Kami takziah dengan keluarga dan tadi juga kita sempat tahlilan, mendoakan almarhumah," ujar Arifah Fauzi, dikutip Senin (9/11/2026).
Arifah menyampaikan harapan agar kasus serupa tidak terulang terhadap anak di mana pun.
"Saya berharap ini tidak terjadi lagi, di mana pun, kapan pun, dan oleh siapa pun," pinta Arifah Fauzi.
Dari percakapannya dengan keluarga, Arifah mengetahui korban tinggal bersama sosok yang kerap dipanggil nenek dalam keluarga dan memiliki hubungan yang baik.
"Bahkan neneknya yang membiayai pendidikan almarhumah dari sejak MI sampai SMA," jelas Arifah Fauzi.
Arifah juga menyebut ibu korban bekerja di lokasi berbeda dari tempat tinggal korban sehingga intensitas pertemuan lebih sering dengan sosok yang dipanggil nenek tersebut.
"Bahkan ibundanya bekerja di tempat yang berbeda sehingga intensitas pertemuannya lebih sering dengan neneknya," terang Arifah Fauzi.
Advertisement
Imbauan Pola Asuh dan Perkembangan Kasus Remaja Depok
Kementerian PPPA mengimbau agar peristiwa yang menimpa korban menjadi perhatian keluarga dalam menerapkan pola asuh anak yang berkualitas. Keluarga diminta memperkuat pengasuhan untuk mencegah kekerasan terhadap anak.
"Kita berharap ini terbangun kesadaran bagaimana masing-masing keluarga memperkuat pola asuh yang berkualitas dan maksimal di dalam keluarga," tutur Arifah Fauzi.
Sementara itu, polisi telah memeriksa M (69), tersangka pembakar LA, dan melakukan evaluasi psikologi. Hasil pemeriksaan kejiwaan masih ditunggu.
"Sudah dilakukan pemeriksaan psikologi dan sedang menunggu hasil," kata Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra Kurniawan, saat ditemui Liputan6.com di Mapolres Metro Depok, Jumat (6/11/2026).
Hendra menegaskan M bukan nenek kandung korban, melainkan orang yang dituakan dalam keluarga.
"Jadi bukan nenek ya, masih uwa kalau ininya ya (hubungan keluarga)," ujar Hendra.
Menurut Hendra, polisi sempat memantau kondisi korban saat dirawat di RS Fatmawati. Kala itu, kondisi kesadarannya belum stabil sehingga belum bisa dimintai keterangan.
"Kondisi korban sementara sudah membaik tapi masih naik turun ya untuk kesadarannya," kata Hendra.
Dalam penyelidikan, Polres Metro Depok telah meminta keterangan empat saksi untuk menguatkan proses pengungkapan kasus.
"Nanti kita tunggu hasilnya karena masih menunggu hasil tes psikologi tersangka dari RS Polri," ucap Hendra.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392984/original/008690600_1794176344-Menteri_Tahlilan_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392990/original/028219200_1794176972-63fc9d5b19666.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392931/original/049914100_1794150172-e8a28cc7-245a-40f6-b4e2-3b38f27b31cd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392889/original/019330300_1794140740-ANTARA-2026-11-08T180413.473.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392887/original/024916000_1794139969-IMG_6702.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392873/original/055503200_1794137018-589feb47-f913-4184-ba6f-cf9295b10a59.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3143781/original/016275000_1591254377-20200604-Banjir-Rob-Rendam-Pasar-Ikan-Muara-Baru-FANANI-6.jpg)