Desakan Kiai Sepuh soal Penyadapan Presiden, Ini Seruan untuk Aparat

Kiai sepuh dan pengasuh pesantren di Pasuruan mendesak pengusutan dugaan penyadapan Presiden Prabowo. Publik diimbau tetap tenang dan tak terprovokasi.

Hermawan Arifianto
Oleh Hermawan Arifianto- Reporter
Desakan Kiai Sepuh soal Penyadapan Presiden, Ini Seruan untuk Aparat
Sejumlah kiai pasuruan dorong pengusutan tuntas dugaan penyadapan presiden. (Foto: Istimewa).

Gelombang keprihatinan muncul dari kalangan pesantren atas dugaan penyadapan Presiden. Para kiai sepuh dan pengasuh pondok pesantren meminta pengusutan dilakukan menyeluruh karena skandal ini dinilai mengancam keselamatan kepemimpinan nasional dan kewibawaan negara.

Pengasuh Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan, KH Muhammad Idris Hamid, menegaskan bahwa isu tersebut bukan perkara remeh, melainkan ancaman terhadap kedaulatan NKRI. Ia menilai penanganan harus serius dan terukur.

"Persoalan ini merupakan perkara amat serius. Ini menyangkut amanah kekuasaan, keselamatan kepemimpinan nasional, kewibawaan negara, serta kepercayaan rakyat terhadap lembaga pemerintahan," tegas Kiai Idris, Minggu (8/11/2026).

Para kiai sepuh dan ulama mendesak Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas, terukur, dan menyeluruh untuk memulihkan keutuhan pemerintahan pascadugaan penyadapan ilegal tersebut. Sikap ini disampaikan dalam forum silaturahmi pesantren di Pasuruan yang juga menolak keras pengkhianatan amanah serta penyalahgunaan kewenangan instrumen negara secara melawan hukum.

Mereka mendorong aparat penegak hukum bertindak transparan, profesional, dan berkeadilan. Penelusuran diminta tak berhenti pada pelaksana di lapangan, tetapi dituntaskan hingga aktor pemberi perintah dan pihak yang mendapat keuntungan dari tindakan itu.

"Aparat harus menyeret siapa pun yang memerintahkan, melaksanakan, membantu, hingga pihak yang menikmati manfaat dari tindakan ilegal ini. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah," jelas Kiai Idris.

Tetap Tenang di Tengah Isu Penyadapan Presiden

Di tengah memanasnya isu, para kiai sepuh mengimbau ulama, santri, serta tokoh publik untuk tetap tenang, berpikir jernih, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Menurut Kiai Idris, perbedaan pandangan dan kepentingan politik adalah hal yang lumrah. Namun, ia menekankan agar setiap perbedaan diselesaikan melalui saluran hukum yang sah dan beradab demi keselamatan bangsa.

"Keutuhan negara adalah amanah bersama. Kekuasaan itu pertanggungjawaban besar di hadapan Allah SWT dan rakyat yang wajib dijaga dengan penuh integritas," pungkas Kiai Idris.

Rekomendasi