Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memastikan pembangunan dua Halte Transjabodetabek Bekasi sudah berjalan dan ditargetkan selesai pada awal Desember 2026.
Pernyataan ini ia sampaikan seusai penandatanganan kerja sama pengelolaan sampah antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/10/2026).
Tri merespons pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menyinggung lambannya pembangunan halte di wilayah Bekasi.
"Udah mulai (dibangun). Di lapangan sudah ada fisiknya," kata Tri usai meneken kerja sama pengelolaan sampah antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, saat ini pekerjaan difokuskan pada konstruksi pondasi. Sementara pemasangan struktur halte membutuhkan waktu karena menggunakan komponen jadi (sistem knock-down) yang dipesan terlebih dahulu.
"Cuman kan erection-nya kan tentu perlu pesen itu kan, karena itu kan barang jadi ya, knock down gitu. Tapi untuk apa namanya, untuk kegiatan pondasi dan sebagainya sudah jalan," ungkap dia.
Tri menargetkan kedua halte rampung dalam sekitar satu bulan, dengan satu halte diselesaikan lebih dulu.
"Targetnya harusnya sih ya awal-awal Desember harusnya selesai. Satu (halte), bulan ini selesai," kata dia.
Mengenai desain, ia memperkirakan bentuknya akan menyerupai halte bus rapid transit (BRT) di Jakarta agar standar layanan antarkota tak terlalu berbeda.
"Rasanya kayaknya begitu, karena cukup besar dan relatif ya kita apa ya, jangan sampailah terlalu jauh bedanya dengan yang ada di Jakarta," ucapnya.
Advertisement
DKI Siap Bantu Pembangunan Halte Transjabodetabek Bekasi
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Pemprov DKI terbuka membantu Pemkot Bekasi membangun halte apabila dibutuhkan. Pernyataan itu disampaikan menanggapi keluhan pengguna terkait Halte Transjabodetabek Bekasi yang belum juga dibangun.
"Ada pertanyaan dari para pengguna, terutama dari warga Bekasi, 'Kenapa haltenya enggak dibangun-bangun?' begitu. Sebab kalau haltenya enggak dibangun, nanti kami yang bangunin, nanti salah malahan. Tetapi kalau enggak dibangun, nanti kami yang bangunin enggak apa-apa juga," kata Pramono.
Ia menambahkan, dukungan tersebut dimungkinkan dalam kerangka kerja sama antardaerah.
Pramono menyebut jumlah penumpang Transjabodetabek dari Bekasi saat ini berkisar 4.000 hingga 5.000 orang per hari, sementara dari Bogor mencapai sekitar 8.000 hingga 10.000 orang per hari.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382858/original/040793400_1793013862-email-attachment_2026_10_26_windanelfira-at-klyid_disinggung-pramono-walkot-bekasi-pastikan-dua-halte-transjabodetabek-di-wilayahnya-mulai-dibangun_248796.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382614/original/000993500_1793003285-IMG-20261026-WA0019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9348969/original/094768400_1789464843-IMG_7080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379393/original/070787400_1792598412-IMG_0266.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382835/original/087582600_1793012423-eefe99ad-31e7-4ce4-b192-bbe52ddd07bf.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9361107/original/036075300_1790676069-1b93ee04-8da2-425c-8acd-8f7b8f9fb5a2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5672844/original/088874200_1778500755-WhatsApp_Image_2026-05-11_at_17.39.23.jpeg)