Dokter di Semarang Telah Meninggal Setahun, Klinik Masih Layani Pasien

Kabar mengenai dokter ahli kulit telah meninggal namun klinik tetap melayani pasien itu diunggah dalam akun X Kang Bahar.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Dokter di Semarang Telah Meninggal Setahun, Klinik Masih Layani Pasien
Lokasi klinik dokter telah meninggal masih melayani pasien di Semarang. (merdeka.com/istimewa).

Viral di media sosial (medsos) memperlihatkan sebuah apotek di Jalan Kaligarang, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, menjadi sorotan setelah praktik pengobatan masih berjalan meski dokter telah meninggal dunia.

Kabar mengenai dokter ahli kulit telah meninggal namun klinik tetap melayani pasien itu diunggah dalam akun X Kang Bahar. Akun Kang Bahar menyebutkan ada pasien masih datang untuk berkonsultasi dengan dokter kulit senior, dr Agus Sukamto, SpKK. Padahal dr Agus Sukamto disebut telah meninggal dunia pada Juni 2025.

Dokter Agus Sukamto merupakan alumni Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (FK Undip) angkatan 1986. Dalam unggahan tersebut juga disebutkan pasien datang disebut diarahkan untuk berkonsultasi melalui asistennya.

Dalam praktiknya, pasien berkonsultasi kondisi kulit kemudian diklaim akan difoto untuk dikonsultasikan kepada dokter, sebelum pasien mendapatkan obat. Kabar tersebut kemudian mendapat perhatian di media sosial.

 

Kondisi Klinik

Pantauan di lokasi pada Jumat (25/9), di bagian depan apotek masih terlihat stiker bertuliskan nama dr Agus, SpKK beserta jadwal praktik. Namun, tulisan tersebut telah ditutup menggunakan lakban. Kondisi bagian dalam apotek juga terlihat sepi.

Sejumlah rak obat yang berada di dalam ruangan tampak kosong. Salah seorang warga berinisial Z (25) mengaku masih melihat stiker nama dr Agus terpasang tanpa tertutup lakban pada Kamis (24/9).

"Kemarin aku lihat masih ada kok stikernya belum ditutup lakban, kalau sekarang nggak tahu kalau ternyata sudah ditutup," ujar Z, Jumat (25/9).

Penjaga apotek, Suci, membantah informasi bahwa tempat tersebut masih menerima pasien setelah dr Agus meninggal dunia. Menurutnya, apotek tersebut sudah lama tidak menerima pasien untuk praktik dokter.

"Dulu ketika ada dokternya buka praktik, usai meninggal ya sudah nggak bisa. Sudah lama meninggalnya," kata Suci.

 

Pengakuan Pasien

Seorang pasien berinisial NH (31) mengaku pernah datang ke apotek tersebut untuk berkonsultasi dengan dr Agus. Namun, saat itu dirinya mendapat informasi bahwa dokter tersebut belum dapat menemuinya karena sedang menjalani operasi.

"Saya konsul beberapa hari sebelum Lebaran, sekitar seminggu sebelum Lebaran tahun 2026. Saat itu apotekernya hanya menyampaikan bahwa dokternya baru selesai operasi jadi belum bisa praktik," kata NH.

NH mengaku saat itu tetap mendapatkan obat berupa salep yang dikemas dalam sebuah tabung. Kepada apoteker menyebut salep tersebut merupakan obat dari dr Agus.

"Diberi salep berbentuk tabung. Apoteker tersebut hanya bilang bahwa ini salep dokter Agus," ujar NH.

NH baru mengetahui dr Agus telah meninggal dunia pada 12 September 2026. Informasi tersebut membuatnya terkejut lantaran sebelumnya ia mendapat keterangan bahwa dokter tersebut sedang menjalani operasi.

"Aku baru tahu beliau meninggal dari balasan dokter (SpDVE) spesialis dermatologi venereologi dan estetika di Threads," kata dia.

 

Penjelasan Polisi

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena mengatakan hingga kini belum ada laporan masuk terkait dugaan praktik dokter sudah meninggal tersebut.

"Kalau laporan belum ada, akan dicek dulu ya sesuai pemberitaan di medsos," kata Sena.

Rekomendasi