Konsolidasi Para Kepala Daerah Kader NU di Sela Muktamar ke-35

Mereka antara lain Bupati Jombang, Bupati Bloram Bupati Situbondo, Wakil Bupati Malang, Wakil Bupati Probolinggo, Wakil Wali Kota Tegal hingga Wakil Bupati Merauke.

Ahmad Adirin
Oleh Ahmad Adirin - Reporter
Konsolidasi Para Kepala Daerah Kader NU di Sela Muktamar ke-35
Sejumlah Kepala Daerah Ngopi Bareng di Muktamar NU Jombang

 

Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menjadi momentum bagi sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk konsolidasi.

Pertemuan yang berlangsung secara informal ini dimanfaatkan oleh para pemimpin daerah yang memiliki latar belakang kader NU untuk bertukar pengalaman dalam menjalankan roda pemerintahan.

Bupati Blora, Arief Rohman atau yang akrab disapa Gus Arief mengungkapkan, agenda tersebut merupakan sarana silaturahmi di antara sesama kader yang kini mengemban amanah di berbagai wilayah. Pertemuan dilakukan di sela-sela kepadatan agenda muktamar untuk membangun komunikasi yang lebih erat.

"Di sela-sela Muktamar NU di Jombang, kadang-kadang kader NU adakan ngopi bareng dan silaturahim," kata Gus Arief kepada wartawan, Sabtu (29/8/2026).

Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Bupati Jombang Warsubi, Wakil Bupati Jombang M. Salmanudin, Bupati Blora Arief Rohman, dan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo.

Selain itu, hadir pula Wakil Bupati Malang Latifah Shohib, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi Abdul Haq Zaini, Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah, serta Wakil Wali Kota Kediri KH. Qowimuddin.

Bahas Kebijakan Pemerintah yang Sejalan dengan NU

Dalam forum tersebut, pembahasan diarahkan pada berbagai kebijakan pemerintah yang memiliki kesesuaian dengan visi dan misi organisasi Nahdlatul Ulama. Para kepala daerah saling berbagi pengalaman mengenai tantangan dan kebijakan yang diterapkan di wilayah masing-masing, guna membuka peluang munculnya gagasan baru yang relevan.

Gus Arief menjelaskan diskusi mencakup sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian pemerintah saat ini. Sinergi antardaerah diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi nyata yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat di daerah masing-masing.

"Program-program pemerintah yang sejalan dengan visi misi NU," ujar Gus Arief.

Dia menambahkanm sektor-sektor krusial seperti ketahanan pangan, koperasi, pendidikan, kesehatan, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bahan pembicaraan utama dalam silaturahmi tersebut.

Jejaring Kader NU di Pemerintahan

Bagi Gus Arief, forum tersebut merupakan upaya strategis untuk memperkuat jejaring kerja sama antarkader NU yang tersebar di berbagai posisi pemerintahan. Keberagaman karakter masyarakat dan persoalan di setiap daerah yang dipimpin para kader ini menjadi modal penting dalam diskusi tersebut.

"Pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, koperasi, MBG dan program lainnya," ujar Gus Arief membeberkan bahasan yang dibicarakan dalam silaturahmi tersebut.

Rekomendasi