Dua orang meninggal akibat insiden ledakan yang diduga bersumber dari kebocoran tabung gas terjadi di Kampung Pulo Kapuk, RT 01/RW 05, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (29/8/2026). Peristiwa nahas tersebut mengakibatkan enam orang dalam satu keluarga mengalami luka bakar serius.
Keluarga korban, Tami (55) menceritakan kronologi kejadian. Bermula sekitar pukul 04.00 WIB saat salah satu penghuni rumah, Enah, sedang memasak dan menghangatkan nasi. Diduga terjadi kebocoran pada tabung gas, Enah kemudian meminta bantuan menantunya untuk melakukan perbaikan.
"Katanya itu gas ada yang bocor. Dia minta tolong sama menantunya, minta dibenerin," kata Tami saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu (29/8/2026), seperti dilansir Antara.
Tak lama setelah upaya perbaikan dilakukan, terdengar suara ledakan keras dari dalam rumah.
"Satu kali meledak. Pokoknya meledak gitu kedengarannya," imbuh Tami.
Advertisement
Evakuasi dan Kondisi Para Korban
Satgas Kesehatan Desa Mekarmukti, Suta (41) menerima laporan dari salah satu anak korban bernama Aisah sesaat setelah ledakan terjadi. Setibanya di lokasi, dia mendapati para korban sudah berada di depan rumah dengan kondisi mengalami luka bakar.
"Awalnya kejadiannya sekitar jam 4 pagi. Saya tahu dari anaknya si Aisah. Anak itu ke rumah saya, 'Bu, minta tolong. Ini kebakaran, ibu saya sudah luka'," tutur Suta.
Keenam korban kemudian segera dievakuasi ke dua rumah sakit berbeda untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Tiga korban dilarikan ke RSUD Kabupaten Bekasi, sementara tiga lainnya dibawa ke Rumah Sakit Sentra Medika.
Suta mengungkapkan bahwa dua korban meninggal dunia, yakni Deni Setiawan (36) dan anaknya, Raihan Alfarizky (7), mengalami luka bakar yang sangat parah.
"Dua korban yang meninggal itu luka bakarnya di atas 90 persen, sudah full, kayaknya sudah 100 persen," ujar Suta.
Advertisement
Empat Korban Masih Dirawat
Hingga saat ini, empat korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Enah, yang mengalami luka bakar sekitar 90 persen, dirawat di ruang ICU RSUD Kabupaten Bekasi. Suta menyatakan bahwa kondisi Enah belum dapat dipastikan karena masih dalam penanganan ketat tim medis.
"Kalau kondisinya kritis atau tidak kami belum tahu karena memang tidak boleh dijenguk, karena di ICU. Tapi awal masuk kondisi luka bakarnya sudah lumayan 90 persen," ucap Suta.
Sementara itu, Amelya Putri dirawat di ruang rawat biasa dengan luka bakar pada kaki dan tangan di bawah 50 persen.
Dua korban lainnya, yakni Buyin dan Aisah (15), saat ini berada di Rumah Sakit Sentra Medika. Aisah diketahui mengalami luka bakar pada kedua kakinya.