Serangan Drone Rusia Hantam Gudang di Dekat Kyiv, 37 Orang Dilaporkan Tewas

Serangan drone Rusia memicu ledakan besar di gudang kawasan permukiman dekat Kyiv. Sedikitnya 37 orang tewas dalam insiden yang terjadi di Distrik Bucha tersebut.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Serangan Drone Rusia Hantam Gudang di Dekat Kyiv, 37 Orang Dilaporkan Tewas
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api setelah rudal Rusia menghantam sebuah gudang di Kyiv, Ukraina, Rabu, 5 Agustus 2026. (Foto AP/Dan Bashakov)

 

Sedikitnya 37 orang dilaporkan tewas setelah serangan drone yang diluncurkan Rusia memicu kebakaran hebat dan serangkaian ledakan di sebuah gudang kawasan permukiman dekat Kyiv, Ukraina. Peristiwa mematikan ini terjadi di Distrik Bucha di tengah gempuran udara yang berlangsung nyaris tanpa henti. Dikutip dari CNN, Sabtu (29/8/2026), insiden tersebut tercatat sebagai salah satu serangan paling mematikan yang dialami Kyiv sejak perang pecah lebih dari empat tahun lalu.

Kepala Administrasi Militer wilayah Kyiv, Tymur Tkachenko, mengonfirmasi jumlah korban jiwa tersebut hingga Sabtu sore. Selain korban tewas, lebih dari 40 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat ledakan yang terjadi selama berjam-jam tersebut. Proses evakuasi pun dilakukan terhadap lebih dari 380 warga, termasuk puluhan anak-anak, sementara setidaknya 50 bangunan tempat tinggal mengalami kerusakan.

Terkait duka mendalam yang menyelimuti wilayah tersebut, Tkachenko menyampaikan, "Ini adalah kehilangan yang mengerikan dan tidak dapat diperbaiki. Belasungkawa kami yang tulus kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari mereka yang telah meninggal."

Investigasi Terkait Penyimpanan Material Peledak

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa pasukannya menargetkan sebuah gudang senjata yang menyimpan peralatan untuk pembuatan drone. Meski tidak menyebutkan secara spesifik jenis gudang tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan terkait keberadaan material berbahaya di area pemukiman.

Zelensky menyatakan, "amunisi tidak boleh disimpan di dekat rumah atau kawasan permukiman lainnya." Senada dengan hal tersebut, Kantor Jaksa Agung Ukraina mengungkapkan bahwa terdapat benda dan material peledak yang tersimpan di lokasi kejadian. Penyelidikan kini difokuskan untuk mengusut keadaan di sekitar ledakan serta tindakan para pejabat yang bertanggung jawab atas penyimpanan material tersebut.

Kerusakan akibat serangan ini mencakup area yang luas, termasuk sebuah panti perawatan bagi warga lanjut usia dan penyandang disabilitas. Sebanyak lebih dari 300 personel layanan darurat telah dikerahkan ke lokasi untuk menangani situasi. Dokumentasi warga setempat memperlihatkan kondisi bangunan yang hancur total, menyisakan puing dinding serta tanah yang hangus terbakar.

Intensitas Serangan Udara Rusia

Ledakan di Distrik Bucha terjadi setelah Kyiv menghadapi serangan Rusia yang nyaris tanpa henti selama lebih dari dua hari. Berdasarkan penghitungan CNN, tercatat 28 peringatan serangan udara sejak Kamis tengah malam hingga Sabtu siang, dengan total durasi mencapai lebih dari 28 jam.

Sebagian besar serangan dalam beberapa hari terakhir menggunakan drone bertenaga jet, sebuah persenjataan yang relatif baru digunakan Rusia sejak awal tahun. Drone jenis ini mampu terbang hingga kecepatan 500 kilometer per jam, yang membuatnya sulit dideteksi oleh pertahanan udara Ukraina.

Kecepatan tinggi tersebut juga menyulitkan kelompok tembak bergerak Kyiv untuk melakukan pencegatan. Akibatnya, upaya untuk melumpuhkan drone jenis ini sangat bergantung pada penggunaan rudal darat-ke-udara atau jet tempur, yang ketersediaannya saat ini sangat terbatas di Ukraina.

Rekomendasi