Menteri Keuangan Nepal Swarnim Wagle memperkirakan kerugian dan kerusakan akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah negaranya dapat mencapai miliaran dolar AS.
Wagle mengatakan pemerintah masih melakukan pendataan terhadap dampak bencana. Perhitungan kerugian secara menyeluruh diperkirakan baru dapat diketahui dalam waktu sekitar satu pekan.
"Secara kumulatif, saya rasa, nilai kerugian dan kerusakan begitu dihitung secara pasti dalam waktu sekitar satu pekan, akan mencapai sedikitnya beberapa miliar dolar," kata Wagle kepada stasiun televisi Bloomberg.
Dia menyebut perkiraan awal mengenai dampak kerusakan akibat bencana tersebut cukup mengkhawatirkan.
Sementara itu, otoritas Nepal telah mengevakuasi 3.253 orang akibat banjir bandang yang terjadi pada Rabu (26/8/2026).
Data tersebut disampaikan juru bicara pemerintah Nepal, Sasmit Pokharel, sebagaimana dilaporkan portal berita Ratopati pada Jumat (28/8/2026).
Sebanyak 15 helikopter dikerahkan untuk mendukung proses penyelamatan warga yang terdampak banjir. Empat helikopter lainnya digunakan untuk mendistribusikan makanan dan kebutuhan pokok ke sejumlah wilayah yang terdampak.
Banjir terjadi setelah arus deras menerjang Sungai Bhotekoshi di kawasan pegunungan Nepal pada Rabu. Bencana tersebut dipicu oleh gempa bumi yang kemudian disusul tanah longsor.