Haakon VIII Naik Takhta, Ini Tantangan Berat Raja Baru Norwegia

Haakon VIII resmi menjadi raja Norwegia usai wafatnya Harald V. Ia mewarisi tugas memulihkan dukungan publik di tengah kasus Epstein dan vonis anak tiri.

Khairisa Ferida
Oleh Khairisa Ferida - Reporter
Haakon VIII Naik Takhta, Ini Tantangan Berat Raja Baru Norwegia
Putra Mahkota Norwegia Haakon dan istrinya, Putri Mahkota Mette-Marit, tiba di Istana Monako untuk menghadiri upacara pernikahan keagamaan Pangeran Albert II dan Putri Charlene, Sabtu (2/7/2011). (Dok. AP Photo/Michel Spingler, Pool)

Norwegia memasuki babak baru setelah Putra Mahkota Haakon naik takhta menjadi Raja Haakon VIII pada Jumat (28/8), menyusul wafatnya Raja Harald V. Putrinya, Ingrid Alexandra, kini menyandang gelar putri mahkota dan menjadi pewaris berikutnya.

Naiknya Haakon ke takhta bukan sekadar pergantian kepala negara. Raja berusia 53 tahun itu juga menghadapi tantangan untuk menjaga wibawa monarki di tengah sorotan terhadap keluarganya dan menurunnya dukungan publik terhadap institusi kerajaan.

Mengapa Haakon Menjadi Raja?

Haakon sebenarnya bukan anak sulung Harald V. Ia memiliki kakak perempuan, Putri Martha Louise.

Ketika Haakon lahir, aturan suksesi Norwegia masih mengutamakan laki-laki. Karena itu, ia ditetapkan sebagai pewaris takhta setelah kakeknya, Raja Olav V, meninggal pada 1991.

Norwegia kemudian mengubah aturan suksesi melalui amendemen konstitusi pada 1990. Aturan baru menetapkan anak sulung sebagai pewaris tanpa membedakan jenis kelamin. Namun, aturan tersebut tidak berlaku surut sehingga posisi Haakon sebagai pewaris tidak berubah.

Kini, setelah Harald V meninggal, Haakon resmi menjadi raja. Sementara itu, Ingrid Alexandra menjadi pewaris takhta berikutnya.

 

Seberapa Besar Kekuasaan Raja Norwegia?

Meski Norwegia merupakan negara monarki, raja tidak menjalankan pemerintahan sehari-hari.

Kekuasaan politik berada di tangan parlemen dan pemerintahan yang terbentuk melalui sistem demokrasi. Raja lebih banyak menjalankan fungsi simbolis sebagai kepala negara.

Meski demikian, keluarga kerajaan tetap memiliki peran penting, terutama dalam mewakili Norwegia di berbagai kegiatan nasional maupun internasional.

Haakon juga sudah memiliki pengalaman menjalankan tugas tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, ketika kesehatan Raja Harald menurun, Haakon beberapa kali bertindak sebagai wali raja untuk menjalankan tugas kenegaraan.

 

Bukan Sekadar Pewaris Takhta

Sebelum menjadi raja, Haakon memiliki latar belakang pendidikan dan militer yang cukup beragam.

Ia meraih gelar ilmu politik dari University of California, Berkeley, kemudian melanjutkan pendidikan master bidang studi pembangunan di London School of Economics and Political Science. Fokus studinya antara lain perdagangan internasional dan Afrika.

Haakon juga menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Laut Kerajaan Norwegia dan sempat mengikuti pelatihan diplomat di Kementerian Luar Negeri.

Di luar tugas kerajaan, ia dikenal memiliki minat pada olahraga seperti selancar dan ski. Ia juga menyukai musik, khususnya rock dan rap.

Mengapa Pernikahannya dengan Mette-Marit Pernah Kontroversial?

Salah satu tantangan reputasi Haakon berasal dari kehidupan keluarganya.

Ia menikah dengan Mette-Marit Tjessem Hoiby pada Agustus 2001. Sebelum menikah, Mette-Marit merupakan ibu tunggal dan memiliki masa lalu yang menjadi sorotan publik, termasuk pergaulannya di lingkungan pesta yang pernah diwarnai penggunaan narkoba.

Hubungan tersebut sempat memicu perdebatan di Norwegia. Namun, Haakon tetap melanjutkan rencana pernikahan setelah memperoleh restu dari Raja Harald.

Pernikahan mereka kemudian justru membantu membentuk citra pasangan kerajaan yang dekat dengan masyarakat.

Haakon dan Mette-Marit memiliki dua anak, Ingrid Alexandra dan Pangeran Sverre Magnus. Haakon juga menjadi ayah tiri bagi Marius Borg Hoiby, putra Mette-Marit dari hubungan sebelumnya.

Kasus Apa yang Kini Menguji Keluarga Kerajaan?

Reputasi keluarga kerajaan kembali menghadapi ujian setelah Marius Borg Hoiby terseret kasus hukum serius.

Pada Juni, Hoiby dijatuhi hukuman empat tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas dua dakwaan pemerkosaan, serta sejumlah tindak kekerasan. Pengacaranya menyatakan akan mengajukan banding.

Pada saat yang sama, Mette-Marit juga menghadapi sorotan terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein. Mette-Marit telah meminta maaf dan mengatakan dirinya membuat keputusan buruk dengan tetap berhubungan dengan Epstein. Ia tidak dituduh melakukan pelanggaran hukum.

Kondisi kesehatan Mette-Marit juga menjadi perhatian. Ia sebelumnya didiagnosis mengalami fibrosis paru kronis dan pada Juni menjalani transplantasi paru-paru.

 

Bagaimana dengan Kakak Haakon?

Keluarga kerajaan juga menghadapi kontroversi lain dari Martha Louise, kakak perempuan Haakon.

Martha Louise pernah mendapat kritik karena sejumlah klaim dan aktivitas spiritualnya. Ia kemudian menikah dengan Durek Verrett, warga Amerika Serikat yang memperkenalkan dirinya sebagai shaman dan penyembuh.

Pada 2022, Martha Louise mengumumkan tidak lagi menjalankan tugas resmi mewakili keluarga kerajaan setelah muncul pertanyaan mengenai perannya dan hubungannya dengan Verrett.

Apakah Rakyat Norwegia Masih Mendukung Monarki?

Monarki masih mendapat dukungan mayoritas masyarakat Norwegia, tetapi tingkat dukungannya menunjukkan penurunan.

Survei Dagbladet pada akhir 2022 mencatat 68 persen responden masih ingin mempertahankan sistem monarki. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan survei NRK pada 2017 yang mencatat dukungan sebesar 81 persen.

Artinya, Haakon naik takhta ketika monarki Norwegia masih memiliki legitimasi kuat, tetapi tidak bisa sepenuhnya mengabaikan perubahan sikap masyarakat.

Apa Tantangan Terbesar Haakon VIII?

Sebagai raja baru, Haakon menghadapi dua pekerjaan sekaligus: mempertahankan stabilitas monarki dan menjaga kepercayaan publik terhadap keluarga kerajaan.

Pengalamannya menjalankan tugas sebagai wali raja menjadi modal penting. Namun, persoalan yang melibatkan anggota keluarganya membuat masa awal pemerintahannya tidak akan mudah.

Karena itu, masa pemerintahan Haakon VIII kemungkinan bukan hanya akan dinilai dari bagaimana ia menjalankan fungsi seremonial sebagai raja, tetapi juga dari kemampuannya menjaga jarak antara institusi monarki dengan berbagai kontroversi pribadi yang melibatkan keluarganya.

Rekomendasi