Banjir Bandang Perbatasan Nepal–Tibet, 80 Peziarah Hindu Terjebak dan Hilang

Banjir bandang di perbatasan Nepal–Tibet, Sadhguru menyebut 80 peziarah terjebak di pos imigrasi. Detail asal negara mereka diungkap The Guardian.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Banjir Bandang Perbatasan Nepal–Tibet, 80 Peziarah Hindu Terjebak dan Hilang
Sebuah rumah tampak terendam sebagian di dalam air berlumpur setelah banjir bandang melanda Trishuli Bazar di distrik Nuwakot, Nepal, Rabu, 26 Agustus 2026. (AFP/ Prakash Mathema)

Banjir bandang menerjang kawasan perbatasan NepalTibet pada Rabu saat puluhan peziarah Hindu tengah dalam perjalanan menuju Gunung Kailash di Tibet. Pemimpin spiritual India Sadhguru (Jagdish Vasudev) menyebut 80 jemaah berada di pos imigrasi ketika bencana melanda.

Informasi itu ia sampaikan melalui video yang diunggah ke akun media sosialnya dan disaksikan jutaan pengikutnya, dikutip dari The Guardian, Kamis (27/8/2026).

Sadhguru juga membagikan rekaman CCTV dari sisi China yang memperlihatkan dinding lumpur dan material longsoran menghantam bangunan perbatasan.

Banjir Bandang Terjang Pos Imigrasi, 80 Peziarah Diduga Terjebak

Menurut Sadhguru, seluruh rombongan berada di kantor imigrasi perbatasan Nepal–China ketika banjir bandang datang. Ia menyebut kondisi di lokasi membuat upaya mengetahui keadaan para jemaah sangat sulit.

"Secara harfiah, seluruh kelompok berada di dalam gedung. Ini adalah peristiwa yang mengerikan dan luar biasa," kata Sadhguru.

Ia menambahkan akses komunikasi dan transportasi lumpuh di sekitar lokasi. "Semua telepon mati, jaringan telekomunikasi terputus, jalan-jalan terblokir, kami tidak dapat pergi ke sana," ujarnya.

Asal Negara Para Jemaah

Sadhguru menyebut 80 jemaah yang berada di lokasi berasal dari berbagai negara. Rinciannya, 22 orang dari Amerika Serikat, 12 dari Kanada, 11 dari Australia, sembilan dari Inggris, empat dari Jerman, tiga dari Prancis, dan tiga dari Nepal.

Selain itu, terdapat dua jemaah dari Belanda, dua dari Selandia Baru, dua dari Spanyol, dan dua dari Singapura.

Masing-masing satu jemaah disebut berasal dari Finlandia, Hungaria, Israel, Lithuania, Filipina, Portugal, Rusia, dan Afrika Selatan. Dari total 80 jemaah tersebut, 34 merupakan laki-laki dan 46 perempuan. Sadhguru menegaskan bahwa informasi tersebut belum diverifikasi secara independen.

Sedang Berziarah ke Gunung Kailash

Para jemaah itu merupakan bagian dari beberapa kelompok Hindu yang diorganisasi oleh Isha Foundation milik Sadhguru. Mereka sebelumnya melakukan perjalanan ke Gunung Kailash, kawasan pegunungan bersalju di Tibet yang juga dianggap suci oleh umat Buddha Tibet.

Perjalanan ziarah ke Kailash dan Danau Mansarovar digelar setiap tahun oleh Kementerian Luar Negeri India bersama otoritas China.

Perjalanan bagi warga India tersebut kembali dibuka pada 2025, untuk pertama kalinya sejak bentrokan antara India dan China pada 2020.

Rekomendasi