Prabowo di Muktamar NU: Jangan Sekali-Sekali Lupakan Jasa Ulama

Menurut Prabowo, peran mereka sangat besar, terutama dalam pertempuran di Surabaya pada 1945.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Prabowo di Muktamar NU: Jangan Sekali-Sekali Lupakan Jasa Ulama
Prabowo Sungkem ke Kiai Sepuh di Muktamar NU

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan jasa para ulama, kiai, dan pesantren dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Menurut Prabowo, peran mereka sangat besar, terutama dalam pertempuran di Surabaya pada 1945.

Prabowo mengatakan Proklamasi Kemerdekaan memang dibacakan di Jakarta pada 17 Agustus 1945. Namun, kemerdekaan Indonesia kemudian diuji melalui pertempuran di Surabaya pada Oktober-November 1945.

"Saya ingin menyampaikan kepada para kiai dan ulama karena kemerdekaan bangsa Indonesia memang diproklamasikan di Jakarta. Tapi kemerdekaan bangsa Indonesia diuji di Surabaya dan dalam pertempuran Surabaya Oktober-November 1945," jelas Prabowo saat membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Dalam konteks tersebut, Prabowo menilai kontribusi ulama, kiai, dan pondok pesantren tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa. Mereka turut berperan dalam menggerakkan masyarakat untuk mempertahankan kemerdekaan.

Prabowo kemudian mengingatkan kembali pesan Presiden pertama RI Soekarno melalui istilah Jas Merah, yang berarti Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah. Menurutnya, sejarah perjuangan para ulama dan pesantren perlu terus diingat oleh generasi penerus.

Kenalkan Istilah Jas Hijau

Prabowo pun memberikan istilah baru bernama Jas Hijau. Artinya, Jangan Sekali-sekali Melupakan Jasa Ulama.

"Saya ingin, Bung Karno mengatakan Jas Merah, jangan sekali sekali melupakan sejarah. Saya ingin menyampaikan Jas Hijau, jangan sekali sekali melupakan jasa ulama," tuturnya.

Prabowo menyampaikan terima kasih kepada semua ulama baik yang terkenal maupun kiai-kiai yang namanya tak pernah muncul di televisi. Dia menghargai peran para ulama dalam menjaga akhlak anak-anak Indonesia, menjaga kerukunan umat dan kerukunan antar umat, dan mendoakan bangsa tanpa meminta imbalan kepada negara.

"Terima kasih, hormat saya kepada ulama semuanya," ucap Prabowo.

Rekomendasi