Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah Nepal menewaskan ratusan orang dan menyebabkan hampir 1.500 orang dilaporkan hilang di kawasan perbatasan Nepal dan Tibet, China. Di tengah situasi darurat tersebut, sejumlah negara menawarkan bantuan berupa tim pencarian dan penyelamatan (SAR).
Namun, Nepal memilih untuk belum menerima tim SAR dari luar negeri. Pemerintah menilai kemampuan aparat keamanan dalam negeri masih cukup untuk menangani operasi pencarian dan penyelamatan yang sedang berlangsung.
Advertisement
Mengapa Nepal Tidak Menerima Tim SAR Asing?
Kementerian Luar Negeri Nepal menyatakan aparat keamanan domestik masih mampu menjalankan operasi SAR. Karena itu, tawaran pengiriman personel dari negara lain untuk sementara belum diperlukan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Nepal Lok Bahadur Chhetri mengatakan tawaran bantuan dari negara lain merupakan hal yang wajar. Namun, pemerintah memilih mengandalkan kemampuan dalam negeri untuk operasi di lapangan.
“Untuk sementara, kami belum membutuhkan bantuan tersebut,” kata Chhetri, Jumat (28/8).
Keputusan tersebut juga didukung rekomendasi Angkatan Darat dan Kepolisian Nepal yang menilai operasi pencarian dan penyelamatan masih dapat dilakukan oleh struktur domestik.
Advertisement
Nepal Tetap Membuka Pintu untuk Bantuan
Penolakan terhadap tim SAR asing bukan berarti Nepal menutup diri terhadap bantuan internasional. Pemerintah justru meminta bantuan keuangan disalurkan melalui satu jalur resmi, yakni Dana Bantuan Bencana Perdana Menteri.
Kementerian Luar Negeri Nepal telah meminta perwakilannya di luar negeri memastikan bantuan keuangan dari negara lain masuk melalui mekanisme tersebut.
Pemerintah menilai sistem satu pintu diperlukan agar bantuan dapat dikelola secara terkoordinasi, transparan, dan diarahkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Bantuan tambahan, termasuk untuk proses rekonstruksi, akan disesuaikan dengan kebutuhan setelah fase pencarian dan penyelamatan selesai.
Advertisement
Negara Mana Saja yang Menawarkan Tim SAR?
Sejumlah negara dilaporkan menawarkan pengiriman tim pencarian dan penyelamatan ke Nepal. Di antaranya India, China, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Sri Lanka, Bangladesh.
Korea Selatan bahkan masih berunding dengan pemerintah Nepal mengenai kemungkinan pengiriman tim SAR.
Selain itu, Seoul menjanjikan bantuan kemanusiaan sebesar US$1 juta yang akan disalurkan melalui organisasi internasional.
Korea Selatan juga memiliki kepentingan langsung dalam penanganan bencana tersebut. Sebelumnya, pemerintah negara itu melaporkan sembilan warganya yang bekerja di sebuah pembangkit listrik tenaga air masih hilang dan 10 lainnya terjebak.
Advertisement
Mengapa Nepal Memilih Sikap Ini?
Salah satu pertimbangan Nepal adalah pengalaman saat menangani gempa besar pada 2015. Ketika itu, banyak tim bantuan asing datang ke Nepal. Namun, banyaknya tim dan personel dari luar negeri juga menimbulkan tantangan dalam koordinasi serta pengelolaan operasi di lapangan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan Nepal kini lebih berhati-hati dalam menerima bantuan berupa personel asing.
Selain pengalaman masa lalu, pemerintah juga mempertimbangkan kondisi operasi saat ini. Aparat keamanan Nepal menilai mereka masih memiliki kapasitas untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.
Dengan demikian, pemerintah memilih mengutamakan sumber daya domestik, sembari tetap membuka peluang menerima bantuan dalam bentuk dana maupun dukungan lain.
Advertisement
Seberapa Parah Banjir Bandang Nepal?
Bencana bermula pada Rabu (26/8) ketika sebuah gletser runtuh di kawasan Pegunungan Himalaya.
Runtuhan tersebut memicu aliran batu, es, lumpur, dan puing yang bergerak melalui alur sungai. Arus deras kemudian menerjang desa dan lembah di kawasan Nepal hingga wilayah Tibet, China.
Infrastruktur penting ikut terdampak, termasuk pembangkit listrik, jalan, dan jembatan yang menghubungkan Kathmandu dengan Lhasa.
Per Jumat (28/8), kepolisian Nepal melaporkan 475 orang meninggal dunia. Di Tibet, China, tiga korban jiwa juga dilaporkan.
Sementara itu, hampir 1.500 orang dinyatakan hilang di kawasan perbatasan. Sekitar 970 orang dilaporkan hilang di sisi Nepal, termasuk 517 warga negara asing.