Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memaknai peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum memperkuat nilai kebersamaan, inklusivitas, dan pembinaan yang humanis.
Hal tersebut diwujudkan melalui berbagai perlombaan tradisional yang melibatkan keluarga besar Kemenimipas, termasuk Anak Binaan dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang.
Kegiatan yang berlangsung di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltek Imipas), Tangerang, Jumat (28/8), diawali dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diisi tausiah, pemberian santunan kepada anak yatim piatu, serta bantuan sosial kepada PPNPN Poltek Imipas.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan tradisional, lomba disabilitas, hingga panjat pinang yang diikuti secara antusias oleh pegawai, Dharma Wanita Persatuan, dan Anak Binaan LPKA Tangerang.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan, keterlibatan anak binaan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan pembinaan yang mengedepankan nilai kemanusiaan, tanpa mengabaikan aspek keamanan.
"Seluruh keluarga besar Kemenimipas antusias, termasuk anak binaan juga dilibatkan dalam kegiatan ini dan mengikuti lomba, namun tetap menggunakan gelang kaki sehingga keberadaan mereka tetap terkontrol. Inilah yang berusaha kita bangun, bahwa mereka juga manusia yang sama seperti kita," ujar Menteri Agus.
Menurut Menteri Agus, semangat kemerdekaan harus menjadi pengingat bahwa proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga pada pemulihan, pembentukan karakter, dan reintegrasi sosial.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan positif, warga binaan maupun anak binaan diberikan ruang untuk mengembangkan rasa percaya diri, sportivitas, dan kebersamaan sebagai bekal kembali ke tengah masyarakat.
Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi antarpegawai dan keluarga besar Kemenimipas, kegiatan ini juga menunjukkan komitmen Kemenimipas dalam menghadirkan sistem pembinaan yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Semangat tersebut sejalan dengan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam memperkuat kualitas pembinaan warga binaan dan anak binaan melalui pendekatan yang profesional, berkeadilan, menghormati martabat manusia, serta mendukung terwujudnya pemasyarakatan yang semakin bermanfaat bagi masyarakat.