Banjir Rob 2,6 Meter Intai 3 Kecamatan di Medan, Warga Diminta Waspada

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan.

Uga Andriansyah
Oleh Uga Andriansyah - Reporter
Banjir Rob 2,6 Meter Intai 3 Kecamatan di Medan, Warga Diminta Waspada
Anak-anak bermain saat banjir rob menerjang permukiman di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan. (merdeka.com/Uga Andriansyah).

Banjir pesisir atau banjir rob berpotensi melanda sejumlah wilayah pesisir Kota Medan, Sumatra Utara, selama sepekan ke depan. Pasang air laut diprediksi mencapai 2,6 meter pada periode tersebut. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Nur Auliakhansa mengatakan, potensi banjir rob dipengaruhi aktivitas pasang air laut dan fenomena alam lainnya.

“Prediksi pasang di atas 2,3 meter mulai 28 Agustus hingga 3 September 2026,” kata Nur, Jumat (28/8).

Pasang air laut diperkirakan terjadi pada pukul 02.00-05.00 WIB dan 14.00-16.00 WIB, dengan pasang tertinggi mencapai 2,6 meter. Ketinggian tersebut diukur dari titik surut terendah atau lowest astronomical tides.

“Kondisi tersebut berpotensi mengganggu transportasi di sekitar pelabuhan dan wilayah pesisir, aktivitas masyarakat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan,” ujar Nur.

Nur mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi dampak banjir rob.

“Masyarakat juga diminta memantau perkembangan informasi cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),” pungkasnya.

Rekomendasi