Daftar Gunung dan Taman Nasional Terbakar Selama Musim Kemarau

Puncak musim kemarau turut meningkatkan risiko karhutla. Sejumlah gunung dan taman nasional di Indonesia pun dilanda kebakaran sepanjang Juli hingga Agustus 2026.

Cinta Najwa Fauzi
Oleh Cinta Najwa Fauzi - Reporter
Daftar Gunung dan Taman Nasional Terbakar Selama Musim Kemarau
Petugas memadamkan api yang membakar hutan di Gunung Semeru

Sebagian besar wilayah Indonesia resmi memasuki periode puncak musim kemarau pada pertengahan tahun 2026. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada rentang bulan Juli, Agustus, hingga September 2026.

Di tengah lonjakan suhu dan minimnya curah hujan tersebut, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat drastis hingga melanda sejumlah kawasan konservasi di Indonesia sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Diketahui sederet gunung populer serta taman nasional prioritas berulang kali dilahap si jago merah yang tak hanya melumpuhkan akses jalur pendakian, tetapi juga menghanguskan ribuan hektare vegetasi langka dan mengancam keselamatan satwa endemik di dalamnya.

Berikut daftar wilayah gunung dan taman nasional terdampak karhutla selama periode pertengahan tahun 2026, sebagaimana dilansir dari pelbagai sumber, Jumat (28/8).

Pemadaman Terus Dilakukan Setelah Karhutla Melanda Gunung Bromo
Petugas berupaya memadamkan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (6/8/2026). (AFP/ Juni Kriswanto)

Taman Nasional Gunung Bromo Semeru

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terjadi sejak Senin (3/8). Total luas lahan yang terbakar sepanjang Agustus 2026 mencapai sekitar 1.120,3 hektare. Diketahui api kembali membara di Gunung Bromo pada Kamis (27/8) di kawasan Mendongan, Pasuruan. Sebelumnya, BB TNBTS sempat menutup seluruh akses wisata Bromo pada 8 Agustus dan kembali membukanya pada 20 Agustus 2026.

Tak hanya Bromo, kebakaran juga melanda jalur pendakian Gunung Semeru, tepatnya di Blok Ranu Kembang. BB TNBTS kemudian menutup jalur pendakian Semeru sejak 26 Agustus 2026 hingga waktu yang belum ditentukan. Penutupan dilakukan untuk mendukung proses pengendalian dan pemadaman kebakaran serta evakuasi pengunjung yang masih berada di kawasan, dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan.

Proses Water Bombing Gunung Arjuno- Welirang Terkendala Faktor Cuaca
Proses Water Bombing Gunung Arjuno- Welirang Terkendala Faktor Cuaca

Taman Nasional Gunung Ciremai

Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Jawa Barat, sejak Selasa (21/7). Api dengan cepat meluas akibat medan yang terjal, semak belukar yang mengering, serta embusan angin kencang hingga menghanguskan sekitar 14,9 hektare lahan. Proses pemadaman terkendala sulitnya akses menuju lokasi, sementara petugas masih menyelidiki titik awal dan penyebab pasti kebakaran.

Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) melakukan pemadaman serta pendataan luas area terdampak. Petugas sempat menggunakan ranting pohon yang masih basah untuk mencegah api meluas sebelum peralatan khusus seperti jet shooter dan mesin pompa air tiba di lokasi. Diketahui insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi mengancam kawasan penghijauan yang menjadi lokasi program rehabilitasi hutan.

Pendakian Gunung Gede Kembali Ditutup Imbas Kebakaran Kawah Wadon
Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGP) memperpanjang penutupan kegiatan pendakian di seluruh jalur mulai 12 hingga 18 Agustus 2026.

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat, dilanda karhutla sejak Jumat (7/8). Api muncul di sekitar Kawah Wadon dan diduga dipicu kondisi musim kemarau, vegetasi yang mengering, serta suhu tinggi. Luas area terbakar di Kawah Wadon mencapai sekitar 5,8 hektare, sementara total area terdampak mencapai 20 hektare, termasuk kawasan Alun-Alun Suryakencana.

Petugas bersama warga dan relawan melakukan pemadaman di sejumlah titik, termasuk membuat sekat bakar untuk mencegah api meluas. Akibat kebakaran, seluruh jalur pendakian Gunung Gede Pangrango telah ditutup sejak 7 hingga 18 Agustus 2026 dan kembali ditutup hingga 31 Agustus 2026. Penutupan ini kemungkinan diperpanjang hingga September karena kondisi kawasan dinilai belum sepenuhnya aman.

Taman Nasional Gunung Rinjani

Gunung Rinjani kembali dilanda kebakaran hutan dan lahan pada Jumat (7/8) sore. Kebakaran terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Desa Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), tepatnya di perbatasan kawasan TNGR dengan lahan milik warga. Api membakar sekitar 30 hektare lahan dan ditemukan di tiga titik. Kondisi semak belukar yang kering membuat api cepat menyebar, sementara medan yang sulit dijangkau menyulitkan proses pemadaman.

Tim gabungan kemudian melakukan pemadaman menggunakan pompa air punggung, racun api, dan parang. Api berhasil dipadamkan pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 01.30 Wita dan dilanjutkan dengan proses mopping up untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Hingga saat itu, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih didalami petugas.

Taman Nasional Tambora

Kebakaran melanda padang savana Taman Nasional (TN) Tambora, Nusa Tenggara Barat (NTB), sejak Minggu (5/7). Api pertama kali terdeteksi di Resort Piong dan dengan cepat meluas hingga menghanguskan sekitar 1.956 hektar savana. Kondisi cuaca yang kering, vegetasi savana yang mudah terbakar, angin kencang, serta keterbatasan sumber air membuat proses pengendalian api menjadi sulit.

Kemenhut kemudian mengerahkan tim gabungan untuk menangani kebakaran, termasuk satu regu Manggala Agni. Pemadaman difokuskan untuk menekan penyebaran api dengan menyesuaikan strategi terhadap kondisi medan. Selain mengancam habitat satwa liar dan kawasan konservasi, kebakaran juga berpotensi mengganggu kualitas udara serta aktivitas wisata alam di kawasan Tambora.

Taman Nasional Way Kambas

Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung, dalam beberapa hari pada Agustus 2026. Kebakaran pertama terjadi pada 21–22 Agustus di Desa Braja Harjosari dan menghanguskan sekitar 673,54 hektare. Api kembali muncul pada 23 Agustus di Desa Braja Luhur, dengan luas area terbakar sekitar 123 hektare. Secara keseluruhan, luas kawasan TNWK yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 700 hingga 750 hektare.

Penanganan dilakukan tim gabungan yang melibatkan petugas TNWK, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Selain pemadaman di darat, petugas mengerahkan operasi water bombing untuk memadamkan dan mendinginkan area yang terbakar. Pada 26 Agustus, satu titik panas kembali terdeteksi di Resort Rantau Jaya, sehingga operasi pemadaman udara kembali disiapkan. 

Taman Nasional Ujung Kulon

Dua titik api ditemukan di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kabupaten Pandeglang, Banten, pada 14 Agustus 2026. Titik pertama berada di Blok Tanjung Lame dan membakar area sekitar 16 x 25 meter, sedangkan titik kedua ditemukan di Blok Sempur, setelah api dari kebun alpukat milik warga merambat ke kawasan hutan dengan area terdampak sekitar 4 x 5 meter. Kebakaran di Tanjung Lame diduga dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Tim Resor Tanjung Lame, Manggala Agni, dan TRC langsung melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Menghadapi musim kemarau panjang yang meningkatkan risiko kebakaran, TNUK memperketat patroli di titik-titik rawan serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat desa penyangga agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Taman Nasional Berbak Sembilang

Karhutla di Jambi meluas hingga kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS). Kebakaran bermula di Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, sebelum merambat ke kawasan TNBS. Hingga 26 Agustus 2026, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 13,2 hektare.

Penanganan dilakukan tim gabungan melalui pemadaman di darat dan upaya pengendalian agar api tidak semakin meluas. Kondisi cuaca yang kering dan vegetasi yang mudah terbakar menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Pemantauan titik panas juga terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kebakaran baru.

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), tepatnya di sekitar tanjakan Tebing Tinggi Manula, Pekon Rata Agung, Lampung. Kebakaran terjadi pada Rabu (26/8) malam dan menghanguskan lebih dari 3 hektare kawasan hutan. Api kemudian ditangani petugas gabungan untuk mencegah kobaran meluas ke area lain.

BPBD menyebut karhutla belakangan terjadi hampir setiap hari di sejumlah wilayah Pesisir Barat. Kebakaran diduga dipicu kelalaian masyarakat, seperti membuang puntung rokok sembarangan, hingga dugaan adanya unsur kesengajaan.

Gunung Andong

Gunung Andong di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terbakar pada Senin (10/8). Kobaran api terlihat di Petak 27 A PRH Pagergunung, Desa Jogoyasan, setelah warga menemukan kepulan asap sekitar pukul 12.00 WIB. Dengan adanya insiden tersebut diketahui menghanguskan sekitar 3,67 hektare lahan.

Upaya pemadaman segera dilakukan dengan melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA), Perhutani, TNI, Polri, serta warga setempat. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 16.00 WIB, kemudian petugas melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Gunung Arjuno Welirang

Kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur dilanda karhutla hingga Kamis (27/8). Diketahui luas kawasan yang terdampak dari insiden ini mencapai 334,94 hektare, dengan sekitar 274 hektare berada di Kabupaten Pasuruan dan 60 hektare di Kota Batu. Si jago merah masih terpantau di kawasan Lali Jiwo dan mulai merembet menuju Banyukuning, bergerak dari bagian atas bukit ke area yang lebih rendah.

Tim gabungan dari UPT Tahura Raden Soerjo, Polhut, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan terus melakukan pemadaman melalui jalur darat. Upaya tersebut juga didukung water bombing, tetapi dalam dua hari terakhir tidak dapat dilakukan secara maksimal karena cuaca buruk. Petugas kini melanjutkan pemadaman secara manual menggunakan gebyok untuk mengendalikan api.

Rekomendasi