Manggala Agni Intensifkan Pemadaman Karhutla Singkawang Utara di Lahan Gambut

Tim Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang terus mengintensifkan upaya Pemadaman Karhutla Singkawang Utara di lahan gambut, menghadapi tantangan berat untuk mengendalikan api dan asap demi keselamatan warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Manggala Agni Intensifkan Pemadaman Karhutla Singkawang Utara di Lahan Gambut
Tim Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang terus mengintensifkan upaya Pemadaman Karhutla Singkawang Utara di lahan gambut, menghadapi tantangan berat untuk mengendalikan api dan asap demi keselamatan warga. (AntaraNews)

Tim Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) secara intensif melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya ini berlokasi di Kelurahan Setapuk Kecil, Kecamatan Singkawang Utara pada Jumat, 27 Maret 2026. Mereka berupaya keras mengendalikan api yang membakar area luas.

Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, Yuyu Wahyudin, menjelaskan bahwa estimasi luas lahan yang terbakar mencapai sekitar tiga hektare. Namun, hingga saat ini, area yang berhasil dipadamkan baru sekitar 0,4 hektare. Proses pemadaman menghadapi tantangan signifikan karena kondisi lahan.

Lahan yang terbakar merupakan jenis gambut dengan kedalaman sekitar satu meter, sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus dan waktu yang lebih lama. Api dapat merambat di bawah permukaan tanah, menjadi prioritas utama untuk mencegah penyebaran api lebih lanjut.

Tantangan Pemadaman di Lahan Gambut Singkawang Utara

Kebakaran hutan dan lahan di Singkawang Utara ini menjadi perhatian serius karena karakteristik lahan gambut yang terbakar. Lahan gambut memiliki kemampuan menyimpan api di bawah permukaan, menjadikannya sulit dipadamkan secara tuntas. Kedalaman gambut sekitar satu meter menambah kompleksitas operasi pemadaman karhutla.

Yuyu Wahyudin menegaskan bahwa penanganan karhutla di lahan gambut memerlukan strategi khusus dan peralatan yang memadai. Api yang merambat di bawah tanah bisa muncul kembali di lokasi lain, sehingga tim harus ekstra waspada. Hal ini membutuhkan pengawasan dan pemadaman berkelanjutan.

Meskipun luas area terbakar mencapai tiga hektare, tim Manggala Agni dan MPA baru berhasil mengendalikan sekitar 0,4 hektare. Angka ini menunjukkan betapa sulitnya proses pemadaman di tengah kondisi lahan yang menantang. Upaya terus dilakukan untuk memperluas area yang berhasil dipadamkan.

Pengerahan Peralatan dan Strategi Pengendalian Api

Dalam operasi Pemadaman Karhutla Singkawang Utara, tim mengerahkan berbagai peralatan canggih dan manual untuk menunjang efektivitas kerja. Kendaraan operasional, sepeda motor, serta mesin pompa seperti mini pump, waterax, max 3, dan vanguard menjadi andalan utama. Peralatan ini vital untuk menjangkau titik api.

Selain mesin pompa, perlengkapan pendukung seperti selang hisap, selang kirim ukuran 1,5 dan 2,5 inci, konektor, serta berbagai jenis nozel juga digunakan. Tim juga memanfaatkan peralatan manual seperti garu, pacul, jet shooter, dan golok untuk penanganan di area yang sulit dijangkau mesin. Kombinasi alat ini mempercepat penanganan.

Pengoperasian mesin pompa difokuskan untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke area perkebunan warga sekitar. Strategi ini juga bertujuan untuk menekan intensitas asap yang ditimbulkan oleh kebakaran. Upaya ini krusial untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak buruk karhutla.

Evaluasi lapangan menunjukkan bahwa tim masih perlu melanjutkan upaya pemadaman pada titik-titik api yang tersisa. Hal ini penting untuk memastikan kebakaran benar-benar terkendali dan tidak ada potensi api muncul kembali. Koordinasi erat antar tim menjadi kunci keberhasilan operasi ini.

Koordinasi dan Imbauan Pencegahan Karhutla

Koordinasi antara Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) terus diperkuat guna mempercepat penanganan karhutla di Singkawang Utara. Sinergi ini meminimalkan dampak yang ditimbulkan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Kerjasama yang solid sangat dibutuhkan dalam situasi darurat.

Tim juga secara aktif mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di kawasan gambut yang sangat rawan terbakar. Pencegahan adalah langkah paling efektif untuk menghindari terjadinya kebakaran serupa di masa mendatang. Kesadaran kolektif menjadi kunci utama.

Pembakaran lahan, khususnya di area gambut, dapat memicu karhutla yang sulit dikendalikan dan menimbulkan kerugian besar. Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya pembakaran lahan terus digencarkan. Manggala Agni bertekad menjaga kelestarian lingkungan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi