Karhutla Muara Enim: BPBD Nyatakan Desa Pinang Banjar Padam Total, Pemadaman Lanjut di 7 Desa Lainnya

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muara Enim mengumumkan Karhutla di Desa Pinang Banjar telah padam total, sementara upaya pemadaman masih berlanjut di tujuh desa lainnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Karhutla Muara Enim: BPBD Nyatakan Desa Pinang Banjar Padam Total, Pemadaman Lanjut di 7 Desa Lainnya
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muara Enim mengumumkan Karhutla di Desa Pinang Banjar telah padam total, sementara upaya pemadaman masih berlanjut di tujuh desa lainnya. (AntaraNews)

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda wilayah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, menunjukkan perkembangan positif. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim mengonfirmasi bahwa Karhutla di Desa Pinang Banjar, Kecamatan Gelumbang, telah berhasil dipadamkan secara menyeluruh. Upaya pendinginan masih dilakukan guna mencegah munculnya kembali titik api di lokasi tersebut.

Meskipun demikian, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Muara Enim, Alvi Gumara, menyatakan bahwa tujuh desa dan kelurahan lainnya masih menjadi fokus utama pemadaman. Desa-desa ini telah dilanda Karhutla sejak awal Agustus, dengan total lahan terbakar mencapai lebih dari 22 hektare.

Alvi Gumara menambahkan bahwa prioritas saat ini adalah memastikan titik api di tujuh desa lain tidak meluas. Tim gabungan akan terus bekerja tanpa henti, bahkan hingga malam hari dan dilanjutkan keesokan paginya, untuk menuntaskan seluruh Karhutla di wilayah Muara Enim.

Perkembangan Pemadaman Karhutla di Muara Enim

Karhutla di Kabupaten Muara Enim diketahui telah melanda delapan desa dan kelurahan sejak Selasa (4/8) dan Rabu (5/8) lalu. Wilayah terdampak meliputi Desa Kerta Mulya, Kemang Bejalu, Danau Tampang, Desa Dalam, Kelurahan Air Lintang, Pinang Banjar, Gunung Megang, dan Desa Gumek Dalam. Luas lahan yang terbakar secara keseluruhan diperkirakan mencapai lebih dari 22 hektare.

Secara spesifik, untuk Desa Pinang Banjar, total luas lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 4 hektare. Kini, wilayah tersebut masih dalam tahap proses pendinginan guna mencegah munculnya kembali titik api.

Menurut Alvi Gumara, pemadaman Karhutla difokuskan kembali ke tujuh desa lainnya. Hal ini dilakukan guna memastikan titik api tidak menyebar luas ke desa-desa sekitar, mengingat potensi dampak yang lebih besar jika api tidak segera dikendalikan.

Sinergi Tim Gabungan dan Peralatan Pemadaman Karhutla

Dalam melakukan pemadaman, BPBD Muara Enim menyebar personel gabungan dari berbagai instansi. Tim terdiri dari BPBD Muara Enim, Manggala Agni, TNI, Polri, dan dibantu masyarakat sekitar untuk memadamkan api.

Manggala Agni sendiri adalah organisasi tingkat nasional yang bertugas di bidang pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan di bawah koordinasi operasional Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Kementerian Kehutanan.

Pemadaman dilakukan dari jalur darat dengan membawa peralatan lengkap. Peralatan yang digunakan meliputi mobil tangki air, nozzle, mesin jinjing, mesin maxtri, dan selang machino.

Alvi Gumara menegaskan bahwa pemadaman di tujuh titik lainnya masih berlangsung sampai malam hari dan akan dilanjutkan besok pagi dengan kekuatan maksimal. Komitmen ini menunjukkan keseriusan seluruh pihak dalam menanggulangi bencana Karhutla di wilayah tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi