Manggala Agni Tangani Karhutla Riau Seluas 100 Hektare Lebih di Dua Kabupaten

Tim Manggala Agni terus berjuang memadamkan Karhutla Riau yang melanda lebih dari 100 hektare lahan di Pelalawan dan Indragiri Hulu, menghadapi medan sulit dan keterbatasan air.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Manggala Agni Tangani Karhutla Riau Seluas 100 Hektare Lebih di Dua Kabupaten
Tim Manggala Agni terus berjuang memadamkan Karhutla Riau yang melanda lebih dari 100 hektare lahan di Pelalawan dan Indragiri Hulu, menghadapi medan sulit dan keterbatasan air. (AntaraNews)

Tim Manggala Agni Daerah Operasi Rengat saat ini masih berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di dua kabupaten di Provinsi Riau. Kebakaran ini telah melanda area seluas lebih dari 100 hektare di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu. Upaya pemadaman terus dilakukan di tengah berbagai tantangan lapangan yang berat.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, menjelaskan bahwa salah satu lokasi Karhutla berada di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Luas lahan yang terbakar di lokasi ini mencapai 64 hektare setelah dilakukan digitasi di lapangan.

Selain itu, Karhutla juga terjadi di Desa Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, dengan luas terbakar sementara 50 hektare. Angka ini berpotensi bertambah mengingat kondisi di lapangan. Penanganan Karhutla ini menunjukkan komitmen serius dari Manggala Agni dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah dampak lebih luas.

Penanganan Karhutla di Kabupaten Pelalawan

Penanganan Karhutla di Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, telah memasuki hari ke-10. Tim Manggala Agni menghadapi tantangan serius berupa kondisi bahan bakar yang sangat padat. Selain itu, jarak tempuh menuju titik api utama juga cukup jauh, memerlukan waktu sekitar 1,5 jam menggunakan kendaraan roda dua untuk melangsir peralatan.

Untuk mengatasi kesulitan akses dan kondisi lapangan yang berat, dukungan alat berat telah dikerahkan. Alat berat ini berfungsi untuk membuka akses jalan masuk bagi tim pemadam. Selain itu, alat berat juga digunakan untuk membuat sekat bakar guna melokalisasi api dan embung sebagai sumber air tambahan yang sangat vital dalam operasi pemadaman.

Ferdian Krisnanto menekankan pentingnya dukungan logistik dan infrastruktur dalam upaya pemadaman. Ketersediaan akses dan sumber air yang memadai menjadi kunci keberhasilan dalam mengendalikan api yang meluas di area tersebut. Tim terus bekerja keras memastikan api tidak menyebar ke wilayah lain.

Tantangan Pemadaman di Indragiri Hulu

Di Desa Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu, penanganan Karhutla telah berlangsung selama enam hari. Luas lahan yang terbakar mencapai 50 hektare dan diperkirakan masih bisa bertambah. Kondisi di lokasi ini juga tidak kalah menantang, dengan bahan bakar yang padat dan asap pekat yang mengganggu jarak pandang.

Selain itu, angin bertiup kencang semakin mempercepat penyebaran api, membuat upaya pemadaman menjadi lebih sulit. Keterbatasan sumber air juga menjadi kendala utama karena embung-embung yang tersedia banyak yang mengering. Akses masuk menuju kepala api juga belum sepenuhnya terbuka, memaksa tim untuk menyisir dari bagian tengah lokasi.

Tim Manggala Agni harus membentangkan selang sejauh 450 meter dari embung terdekat untuk mencapai titik api. Untuk mempercepat penanganan, dukungan alat berat tambahan sebanyak tiga unit diupayakan. Alat berat ini diharapkan dapat membuka akses ke sisi kepala api bagian utara, menyiapkan embung-embung baru sebagai sumber air, serta membuat sekat bakar yang efektif.

Upaya Manggala Agni di Wilayah Lain Riau

Selain dua lokasi tersebut, Ferdian Krisnanto juga menambahkan bahwa kebakaran lahan seluas 10 hektare terjadi di wilayah Riau lainnya. Lokasi Karhutla ini berada di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Penanganan di lokasi ini telah memasuki hari kedua.

Karhutla di Bengkalis ditangani oleh Tim Manggala Agni Daerah Operasi Dumai. Upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa. Hal ini bertujuan untuk mencegah potensi penyalaan kembali yang dapat memperluas area terdampak.

Seluruh tim Manggala Agni di berbagai daerah operasi terus bersinergi dan berkoordinasi. Mereka berupaya maksimal dalam menghadapi setiap titik api yang muncul di Provinsi Riau. Komitmen ini demi menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat dari dampak buruk Karhutla.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi