Indonesia dan Selandia Baru Perkuat Kerjasama Budaya, Jajaki MoU Sektor Film hingga Museum

Pemerintah Indonesia dan Selandia Baru sepakat memperkuat kerjasama budaya, menjajaki potensi program kolaborasi dari industri film hingga pengelolaan museum, demi mempererat hubungan bilateral kedua negara.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Indonesia dan Selandia Baru Perkuat Kerjasama Budaya, Jajaki MoU Sektor Film hingga Museum
Indonesia dan Selandia Baru membuka babak baru dalam Kerja Sama Budaya, menjajaki kolaborasi luas dari industri film hingga penguatan warisan. Bagaimana langkah ini mempererat hubungan kedua negara? (AntaraNews)

Pemerintah Indonesia dan Selandia Baru menunjukkan komitmen kuat untuk mempererat hubungan bilateral melalui penguatan kerjasama budaya. Kesepakatan ini terjalin dalam pertemuan antara Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon, dengan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Phillip Taula, yang berlangsung di kantor Kementerian Kebudayaan di Jakarta pada Jumat (3/3) lalu.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai potensi program kerjasama yang strategis, mencakup sektor industri film, seni pertunjukan, riset budaya, festival buku, hingga inisiatif penguatan warisan budaya dan museum. Langkah ini diharapkan dapat menjadi fondasi untuk memperdalam pemahaman dan akulturasi budaya antara Indonesia dan Selandia Baru.

Duta Besar Phillip Taula menyambut baik usulan kerjasama ini, menegaskan bahwa Selandia Baru memiliki antusiasme yang sama untuk meningkatkan kolaborasi melalui program-program kebudayaan. Pertemuan bilateral ini menjadi sinyal positif kesiapan kedua negara untuk memanfaatkan potensi kerjasama budaya demi masa depan hubungan yang lebih kuat.

Potensi Luas Sektor Kebudayaan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menggarisbawahi bahwa kerjasama budaya dapat mencakup berbagai sektor strategis yang saling menguntungkan. Industri film, seni pertunjukan, riset kebudayaan, festival buku, serta upaya penguatan warisan budaya dan museum menjadi area utama yang diusulkan untuk kolaborasi.

Fadli Zon juga mengusulkan agar peluang-peluang ini dapat diterjemahkan ke dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) sebagai kerangka kerja resmi. Hal ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam membangun kemitraan yang terstruktur dan berkelanjutan dengan Selandia Baru di bidang kebudayaan.

Pemerintah Indonesia juga membuka diri untuk mengembangkan program residensi seniman. Program ini bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran ide dan akulturasi budaya antara seniman dari kedua negara, sehingga dapat memperkaya khazanah seni dan budaya masing-masing.

Selain itu, Menteri Fadli Zon melihat adanya peluang bagi Indonesia dan Selandia Baru untuk bersama-sama mencalonkan item warisan budaya untuk pengakuan internasional. Inisiatif ini menunjukkan komitmen bersama dalam pelestarian dan promosi warisan budaya di kancah global.

Diplomasi Budaya Indonesia di Panggung Global

Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut menyoroti intensifikasi diplomasi budaya Indonesia di panggung global. Ia menyebutkan keberhasilan Indonesia dalam menyelenggarakan Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) dan Konferensi Culture, Heritage, Arts, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) pada tahun 2025 sebagai bukti nyata.

Upaya diplomasi budaya ini merupakan bagian dari strategi Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan budayanya ke dunia internasional. Melalui berbagai forum dan kegiatan, Indonesia berupaya membangun citra positif dan memperkuat hubungan antarnegara.

Keberhasilan event-event tersebut menunjukkan kapasitas Indonesia dalam mengorganisir acara budaya berskala internasional. Hal ini juga menjadi modal penting dalam menjalin kerjasama dengan negara lain, termasuk Selandia Baru, dalam mempromosikan budaya bersama.

Keterlibatan aktif Indonesia dalam diplomasi budaya global juga membuka pintu bagi pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik dalam pelestarian dan pengembangan budaya. Hal ini sejalan dengan visi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat kebudayaan dunia.

Sambut Baik Tawaran Kerjasama

Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Phillip Taula, menyambut hangat proposal yang diajukan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Ia menegaskan bahwa pemerintah Selandia Baru memiliki keinginan yang sama untuk meningkatkan kerjasama bilateral melalui program-program kebudayaan.

Taula menyatakan kesiapan pemerintahnya untuk terlibat dalam pembicaraan lebih lanjut guna menjajaki potensi kolaborasi. Ia melihat banyak kesamaan antara kedua negara, yang mencakup praktik budaya, tradisi, kuliner, seni, dan ekspresi. Kesamaan ini menjadi modal kuat untuk membangun kerjasama yang erat.

Pertemuan ini diakhiri dengan deklarasi kesiapan Indonesia dan Selandia Baru untuk memanfaatkan potensi kerjasama budaya. Harapannya, langkah ini akan semakin memperkuat hubungan kedua negara di masa mendatang.

Turut hadir dalam diskusi tersebut adalah Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti, serta Staf Ahli Menteri Kebudayaan Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan Masyithoh Annisa Ramadhani Alkatiri.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi