Kesatria Bengawan Solo secara resmi memanggil kembali pemain asing andalannya, Chanceler James "CJ" Gettys, untuk memperkuat tim dalam paruh kedua musim Indonesian Basketball League (IBL) 2026. Keputusan ini diambil dengan harapan besar untuk mendongkrak performa tim yang sedang berjuang di papan bawah klasemen sementara.
Kembalinya Gettys diharapkan dapat menghidupkan kembali duet mautnya dengan Kentrell Barkley, yang sebelumnya menjadi motor utama permainan Kesatria. Kolaborasi keduanya terbukti sangat efektif pada musim 2024, membawa tim mencatatkan sembilan kemenangan beruntun.
Manajemen Kesatria Bengawan Solo optimistis, pengalaman serta produktivitas Gettys akan membawa dampak positif. Kehadiran center ini diharapkan mampu mengangkat posisi tim di klasemen dan membuka peluang menuju zona playoff IBL GoPay 2026.
Advertisement
Advertisement
Dampak Instan dan Rekam Jejak Gemilang Gettys
Chanceler James "CJ" Gettys bukanlah nama baru bagi Kesatria Bengawan Solo. Pemain berposisi center ini pernah membela tim pada musim 2024, di mana ia didatangkan pada pertengahan April untuk menggantikan pemain asing Jason Copman.
Kehadiran Gettys kala itu langsung memberikan dampak positif yang signifikan bagi performa tim. Bersama Kentrell Barkley, ia membentuk kombinasi yang menjadi kunci keberhasilan Kesatria dalam kompetisi.
Duet Gettys dan Barkley bahkan berhasil membawa Kesatria mencatatkan sembilan kemenangan beruntun, menunjukkan betapa krusialnya kolaborasi mereka. Momentum impresif ini sayangnya terhenti ketika Barkley harus menepi karena cedera.
Advertisement
Meskipun harus memikul beban permainan tim seorang diri hingga akhir musim, kontribusi Gettys tetap menonjol. Pengalaman ini menjadi modal berharga bagi Kesatria untuk menghadapi tantangan di paruh kedua musim 2026.
Advertisement
Statistik Impresif dan Harapan Kebangkitan Tim
Secara statistik, Chanceler James "CJ" Gettys menunjukkan performa yang sangat produktif selama membela Kesatria Bengawan Solo. Dalam 21 pertandingan, termasuk tiga laga playoff, ia membukukan rata-rata 16,2 poin per laga (ppg), 10,2 rebound per laga (rpg), dan 3,9 assist per laga (apg).
Akurasi tembakan Gettys juga patut diperhitungkan, dengan 53,2 persen dari tembakan lapangan, 45,6 persen dari tembakan tiga angka, serta 70,1 persen dari lemparan bebas. Angka-angka ini menunjukkan kemampuannya dalam mencetak angka dari berbagai posisi.
Dengan rekam jejak dan produktivitas tersebut, manajemen Kesatria Bengawan Solo menaruh harapan besar pada Gettys. Kehadirannya diharapkan dapat membantu tim bangkit dari tren negatif yang dialami pada paruh pertama musim IBL 2026.
Advertisement
Hingga pertengahan musim, Kesatria Bengawan Solo baru mencatatkan tiga kemenangan dari 10 pertandingan, menempatkan mereka di peringkat kesembilan dari 11 peserta liga. Tim asuhan Anthony Garbelotto ini berjuang keras untuk masuk zona playoff.
Advertisement
Perjalanan Karir Gettys dan Target Playoff
Chanceler James "CJ" Gettys mengawali karir basketnya di level perguruan tinggi dengan membela tim Seahawks di University of North Carolina Wilmington. Ia berkompetisi di NCAA pada periode 2012 hingga 2016, membangun fondasi karir profesionalnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, Gettys memulai karir profesionalnya di Inggris, kemudian melanjutkan petualangan bermain di berbagai liga internasional. Salah satu pengalaman pentingnya adalah bermain di Jepang bersama klub Toyoda Gosei.
Saat ini, Kesatria Bengawan Solo, yang bermarkas di Sritex Arena, sedang berjuang di papan bawah klasemen sementara IBL 2026. Tim ini membidik posisi minimal kedelapan untuk dapat lolos ke zona playoff.
Advertisement
Kembalinya Gettys diharapkan menjadi katalisator bagi tim untuk mencapai target tersebut. Duetnya dengan Barkley diharapkan dapat mengembalikan performa terbaik Kesatria dan membawa mereka bersaing di papan atas liga.
Sumber: AntaraNews