TNI AD Nobatkan Desa Bomba Sigi sebagai Kampung Pancasila 2025, Perkuat Ketahanan Pangan dan Toleransi

TNI Angkatan Darat menobatkan Desa Bomba Sigi sebagai Kampung Pancasila 2025, sebuah pengakuan atas keberhasilan dalam penguatan ketahanan pangan serta toleransi masyarakatnya yang patut dicontoh.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
TNI AD Nobatkan Desa Bomba Sigi sebagai Kampung Pancasila 2025, Perkuat Ketahanan Pangan dan Toleransi
TNI Angkatan Darat menobatkan Desa Bomba Sigi sebagai Kampung Pancasila 2025, sebuah pengakuan atas keberhasilan dalam penguatan ketahanan pangan serta toleransi masyarakatnya yang patut dicontoh. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), khususnya Desa Bomba di Kecamatan Marawola, menerima penghargaan penting. Desa ini dinobatkan sebagai Kampung Pancasila tahun 2025 oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan Komando Distrik Militer (Kodim) 1306 Kota Palu. Desa Bomba diakui dalam kategori pembinaan ketahanan pangan, menunjukkan komitmen nyata terhadap nilai-nilai Pancasila.

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menyatakan bahwa pemilihan Kampung Pancasila adalah bentuk apresiasi TNI AD. Apresiasi ini diberikan kepada setiap satuan kewilayahan yang berhasil membina desa di daerah masing-masing, terutama dalam bidang ketahanan pangan.

Peran Penting Kodim 1306 dalam Pembinaan Desa

Kodim 1306 Kota Palu menunjukkan peran aktifnya dalam membina wilayah teritorialnya, termasuk Kabupaten Sigi. Pembinaan ini berhasil mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila secara nyata melalui penguatan ketahanan pangan.

Pendekatan yang digunakan sangat menekankan partisipasi masyarakat, menjadikan program ini lebih berkelanjutan. Keberhasilan ini menjadi contoh bagaimana sinergi antara TNI dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif.

Untuk tahun 2025, proses seleksi pembentukan Kampung Pancasila melibatkan 45 Kodim dari seluruh Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan untuk mendapatkan predikat ini cukup ketat dan memerlukan upaya maksimal dari setiap Kodim.

Keberhasilan sebuah Kampung Pancasila sangat ditentukan oleh kekompakan dan sinergi. Ini melibatkan pimpinan daerah, Kodim, tokoh masyarakat, serta tokoh agama di wilayah masing-masing.

Desa Bomba: Model Toleransi dan Gotong Royong

Terpilihnya Desa Bomba sebagai Kampung Pancasila tidak terlepas dari keberhasilannya menjadi model. Desa ini dinilai mampu mengamalkan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari.

Seluruh capaian ini merupakan buah dari konsistensi masyarakat dalam merawat toleransi dan semangat gotong royong. Aspek-aspek ini menjadi fondasi kuat bagi kerukunan di Desa Bomba.

Hasil penilaian tim menunjukkan bahwa kehidupan sosial masyarakat Desa Bomba sangat rukun, harmonis, dan aktif. Mereka secara konsisten menjaga persatuan antarumat beragama, menciptakan lingkungan yang damai.

Bupati Sigi berharap Kampung Pancasila ke depan dapat menjadi barometer bagi wilayah lainnya. Ini mencakup pembangunan fisik dan kemampuan masyarakat dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan.

Harapan untuk Pembangunan Sigi yang Damai dan Sejahtera

Dengan dinobatkannya Desa Bomba sebagai Kampung Pancasila, terdapat harapan besar untuk masa depan Kabupaten Sigi. Nilai-nilai persatuan dan kesatuan diharapkan dapat terus dijaga dan diperkuat di seluruh wilayah.

Semangat kebersamaan dan toleransi ini diharapkan menjadi pendorong utama dalam pembangunan daerah. Tujuannya adalah mewujudkan Kabupaten Sigi yang lebih damai dan sejahtera bagi seluruh warganya.

Inisiatif seperti Kampung Pancasila ini penting untuk terus memupuk rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Hal ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kerukunan dalam keberagaman masyarakat Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi