Seorang siswa di SD Negeri 2 Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, terluka usai diserang monyet liar pada Rabu (7/10) siang. Aksi penyerangan monyet itu terekam dalam video viral di media soail
"Benar, bahwa telah terjadi konflik satwa liar, monyet ekor panjang (MEP) di Desa Wanagiri, tepatnya di SD Wanagiri 2," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali Ratna Hendratmoko dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/10).
Dia menerangkan, berdasarkan informasi petugas lapangan BKSDA Bali, siswa SD Wanagiri telah mendapatkan perawatan di Puskesmas terdekat.
Selain itu, konflik satwa monyet ekor panjang di Desa Wanagiri, telah terjadi beberapa kali, mulai dari tahun 2023 hingga 2026. Berdasarkan pantauan, terdapat kurang lebih 35 individu monyet ekor panjang berada di lokasi kejadian dan kedepan BKSDA Bali akan melakukan pembinaan habitat dan pengendalian populasi, sesuai daya dukung habitatnya.
"Balai KSDA Bali memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung upaya pengendalian konflik satwa di Desa Wanagiri, sebagai bagian dari upaya pelestarian satwa liar, dan implementasi tri hita karana," ujar dia.
Sebelumnya, dalam unggahan video yang viral itu, seorang warga menunjukkan luka yang dialami siswa itu setelah digigit monyet. Pinggul kiri anak tersebut tampak mengalami luka robek dan mengeluarkan darah.
"Hari ini ada anak didik sekolah SD 2 Wanagiri yang digigit monyet," kata pria tersebut dalam video itu.
Selain itu, pria tersebut juga memperlihatkan sejumlah moyet yang sedang berada di atas atap bangunan sekolah. Monyet tersebut, selain menyerang warga, juga disebut kerap mengganggu lingkungan sekitar, termasuk merusak kabel jaringan internet.
Pria yang memvideokan peristiwa itu, juga berharap keberadaan monyet di sekitar sekolah segera ditangani. Jika memungkinkan, monyet tersebut dipindahkan ke lokasi yang jauh dari permukiman agar tidak kembali membahayakan siswa maupun warga.
"Agar segera mungkin menangkap ya atau memindahkan ke tempat yang jauh dari permukiman," tandasnya.