Jejak Terakhir Mozza Axilia Terungkap dalam 55 Adegan Rekonstruksi

Dalam adegan memperlihatkan pelaku menggotong karung berisi jenazah korban untuk dibuang ke jurang tol Jangli Semarang.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Jejak Terakhir Mozza Axilia Terungkap dalam 55 Adegan Rekonstruksi
Rekontruksi Pembunuhan Moza di Semarang. (istimewa).

Sebanyak 55 adegan diperagakan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Mozza Axilia Gunarsa (18) dengan melibatkan tersangka Mahendra Very (22). Dalam adegan memperlihatkan pelaku menggotong karung berisi jenazah korban untuk dibuang ke jurang tol Jangli Semarang.

Kasat PPA dan PPO Polrestabes Semarang Kompol Ni Made Sriniti mengatakan rekonstruksi digelar bersama tim penyidik dan jaksa. Lokasi pertama berada di kos wilayah Candisari yang disebut menjadi tempat terjadinya dugaan kekerasan hingga korban meninggal dunia.

"Hari ini kami dari tim penyidik dan juga bersama dengan jaksa melaksanakan rekonstruksi melibatkan tersangka dan enam orang saksi. Rekontruksi dilakukan untuk menggambarkan rangkaian peristiwa yang terjadi sejak korban berada di kos hingga jasadnya dibuang," kata Ni Made saat ditemui di Jalan Tegalsari, Candisari, Kota Semarang, Rabu (7/10).

Dalam adegan awal, korban diperagakan datang ke lokasi dan bertemu dengan tersangka. Reka ulang berlanjut saat tersangka memasukkan jasad korban ke dalam sebuah karung.

Tersangka selanjutnya diperagakan menggotong karung yang berisi jasad korban. Karung tersebut dibawa menggunakan kedua tangannya kemudian diletakkan diantara stang dan jok motor korban pada 25 Juni 2025.

"Seharian satu hari itu sampai dengan pembuangan jasad setelah magrib," ujarnya.

Dalam pemeriksaan tidak ditemukan perbedaan antara keterangan tersangka dengan keterangan saksi dalam rekonstruksi. Adegan yang diperagakan masih sesuai dengan hasil pemeriksaan penyidik.

"Untuk fakta-fakta sementara masih sesuai dengan hasil pemeriksaan dari penyidik," jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan rekonstruksi disesuaikan dengan keterangan para saksi serta fakta yang ditemukan penyidik di lapangan.

"Untuk pelaksanaan rekonstruksi ini kami menyesuaikan keterangan dari saksi-saksi terkait dan fakta-fakta yang terjadi di lapangan," ungkapnya.

 

Rekontruksi Pembunuhan Moza di Semarang. (istimewa).
Rekontruksi Pembunuhan Moza di Semarang. (istimewa).

Enam saksi yang dilibatkan dalam rekonstruksi memiliki keterkaitan dengan rangkaian kasus tersebut. Salah satunya merupakan tetangga kos yang berada di sekitar lokasi ketika dugaan kekerasan terjadi.

Ni Made mengatakan saksi tersebut mengaku mendengar suara gaduh dari kamar yang ditempati tersangka.

"Saksi-saksi yang kita libatkan di sini adalah tetangga kos yang pada saat kejadian mendengar ada suara seperti gaduh di kamar tersangka," ungkapnya.

Suara tersebut diduga terdengar pada waktu terjadinya peristiwa kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Selain tetangga kos, polisi juga melibatkan saksi yang berkaitan dengan transaksi penjualan motor korban. Ada pula saksi yang mengetahui kondisi setelah peristiwa tersebut terjadi.

"Kemudian ada saksi-saksi yang terkait dengan transaksi jual motor korban dan kemudian saksi-saksi yang terkait setelah mengetahui setelah peristiwa terjadi," katanya.

Dalam rekonstruksi juga terungkap kembali adanya transaksi penjualan sepeda motor milik korban. Ni Made mengatakan motor tersebut dijual tersangka dengan harga sekitar Rp6 juta.

Motor tersebut dijual setelah diposting kepada salah satu teman tersangka. Orang yang membeli motor itu juga telah diperiksa polisi dan dijadikan saksi dalam perkara tersebut.

"Dijual sekitar Rp6 juta ke salah satu saksi, ketika diposting itu ke teman dari tersangka. Saksi juga di sini kita sudah jadikan saksi," jelas Ni Made.

Setelah seluruh adegan rekonstruksi selesai, penyidik akan melanjutkan proses penyidikan dengan melengkapi berkas perkara dan berkoordinasi dengan jaksa.

"Selanjutnya nanti kami akan berkoordinasi dengan jaksa untuk kelengkapan berkas perkara," pungkasnya.

Kasus Mozza sebelumnya terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan atas laporan orang hilang. Mozza dilaporkan hilang sejak 25 Juni 2025, sementara jasadnya ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka di kawasan Jangli, Kota Semarang, pada 4 September 2026.

Tersangka Mahendra Very (22) alias Very sebelumnya mengaku melakukan kekerasan dengan membekap korban hingga meninggal dunia. Polisi masih melakukan pendalaman terhadap seluruh rangkaian peristiwa dan alat bukti dalam perkara tersebut.

Rekomendasi