Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, mengambil langkah strategis untuk memperkuat peran pemuda dalam membangun kemandirian ekonomi. Inisiatif ini diwujudkan melalui program Kampung Pancasila dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 juta setiap bulannya untuk setiap Rukun Warga (RW) yang dikhususkan bagi generasi muda atau Gen Z. Program ini telah berjalan sejak Januari 2026, menunjukkan komitmen Pemkot Surabaya dalam memberdayakan kaum muda.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa dana tersebut bertujuan untuk melatih kemandirian serta menumbuhkan visi strategis di kalangan anak muda perkampungan. Anggaran ini tidak diberikan secara cuma-cuma, melainkan harus berbasis pada kemanfaatan nyata bagi masyarakat dan pengembangan diri pemuda. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang inovatif dan berdaya saing.
Setiap karang taruna atau kelompok Gen Z di tingkat RW diwajibkan menyusun proposal kegiatan yang memiliki manfaat jangka panjang. Proposal yang dinilai berdampak langsung bagi lingkungan atau pengembangan diri pemuda akan segera dicairkan dananya. Proses seleksi proposal dilakukan langsung di tingkat kecamatan untuk memastikan efektivitas program.
Advertisement
Advertisement
Program alokasi dana Rp5 juta per RW ini dirancang khusus untuk mendorong Kemandirian Ekonomi Pemuda Surabaya. Wali Kota Eri Cahyadi menekankan pentingnya dana ini sebagai stimulan bagi Gen Z agar memiliki pandangan, visi, dan rencana ke depan. Tujuannya adalah agar dana tersebut tidak habis begitu saja tanpa manfaat, melainkan menjadi modal awal untuk pengembangan diri dan usaha.
Para pemuda di setiap RW ditantang untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam menyusun proposal kegiatan. Proposal tersebut harus menunjukkan potensi manfaat jangka panjang, baik bagi karang taruna itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. Ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Surabaya untuk melatih generasi muda agar mampu menata rencana dan menjadi wiraswasta di masa depan.
Proses seleksi proposal dilakukan secara langsung di tingkat kecamatan, memastikan bahwa setiap usulan kegiatan dievaluasi dengan cermat. Mekanisme ini bertujuan untuk menjamin bahwa dana yang dicairkan benar-benar digunakan untuk kegiatan yang produktif dan mendukung tujuan Kemandirian Ekonomi Pemuda Surabaya. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci dalam implementasi program ini.
Advertisement
Advertisement
Program pemberdayaan pemuda ini merupakan bagian integral dari strategi Pemkot Surabaya untuk menekan angka pengangguran terbuka dan kemiskinan di kota setempat. Dengan melatih Kemandirian Ekonomi Pemuda, diharapkan akan muncul unit-unit usaha baru yang digerakkan oleh Gen Z. Hal ini secara langsung akan membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Wali Kota Eri Cahyadi juga menjelaskan bahwa program ini telah berjalan sejak Januari 2026. Bagi RW yang belum sempat mengajukan proposal pada bulan pertama, anggaran tersebut tidak akan hangus. Dana yang belum terpakai dapat digabungkan pada bulan berikutnya, memberikan fleksibilitas bagi karang taruna dan Gen Z untuk merencanakan kegiatan yang lebih besar dan berdampak.
Sebagai contoh, jika dana Januari sebesar Rp5 juta belum diambil, maka pada Februari bisa digabungkan menjadi Rp10 juta untuk kegiatan yang lebih komprehensif. Kebijakan ini menunjukkan dukungan penuh Pemkot Surabaya terhadap inisiatif pemuda. Ini juga mendorong perencanaan yang matang, sehingga setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar memberikan nilai tambah bagi Kemandirian Ekonomi Pemuda Surabaya.
Advertisement
Advertisement
Seiring dengan strategi penguatan Kemandirian Ekonomi Pemuda, Pemkot Surabaya juga menjalin kerja sama strategis dengan sektor industri. Sebanyak 38 pelaku industri Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) telah bersepakat untuk menyerap produk-produk dari perkampungan di Surabaya. Sinergi ini menciptakan pasar yang jelas bagi unit usaha yang dikembangkan oleh pemuda.
Dana Rp5 juta per RW yang diterima pemuda dapat digunakan sebagai stimulan untuk membangun unit usaha yang mampu menyuplai kebutuhan Horeka. Potensi produk yang dapat disuplai sangat beragam, mulai dari bahan pangan hingga perlengkapan hotel. Ini membuka peluang besar bagi Kemandirian Ekonomi Pemuda Surabaya untuk berkontribusi pada rantai pasok lokal.
Contoh produk yang bisa disuplai meliputi daging ayam, berbagai jenis sayuran segar, hingga sandal hotel. Kolaborasi ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi bagi pemuda, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara keseluruhan. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada pemberdayaan internal, tetapi juga integrasi dengan ekosistem bisnis yang lebih luas.
Advertisement
Sumber: AntaraNews