Kodim Temanggung Usulkan Desa Tempuran Jadi Kampung Pancasila, Teladan Toleransi dan Gotong Royong

Kodim 0706/Temanggung mengusulkan Desa Tempuran, Kaloran, sebagai nominasi Kampung Pancasila mewakili Kodam IV/Diponegoro. Desa ini sukses mengamalkan nilai Pancasila dalam keberagaman masyarakatnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kodim Temanggung Usulkan Desa Tempuran Jadi Kampung Pancasila, Teladan Toleransi dan Gotong Royong
Kodim 0706/Temanggung mengusulkan Desa Tempuran, Kaloran, sebagai nominasi Kampung Pancasila mewakili Kodam IV/Diponegoro. Desa ini sukses mengamalkan nilai Pancasila dalam keberagaman masyarakatnya. (AntaraNews)

Komando Distrik Militer (Kodim) 0706/Temanggung secara resmi mengusulkan Desa Tempuran, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, sebagai nominasi Kampung Pancasila. Usulan ini diajukan untuk mewakili Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro dalam ajang penilaian tingkat nasional.

Penunjukan Desa Tempuran bukan tanpa alasan kuat, melainkan didasari oleh karakteristik masyarakatnya yang dinilai sangat mencerminkan pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila. Kehidupan bermasyarakat di desa tersebut menunjukkan persatuan, kerukunan, serta semangat gotong royong yang tinggi di tengah keberagaman.

Komandan Kodim 0706/Temanggung, Letkol Inf. Richie Fadly, pada Minggu (02/8) menyampaikan bahwa desa ini telah membentuk kultur kehidupan yang mengamalkan lima sila Pancasila. Pengamalan tersebut terlihat jelas dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun interaksi sosial warga Desa Tempuran.

Keberagaman Sebagai Kekuatan Utama Desa Tempuran

Letkol Inf. Richie Fadly menegaskan bahwa keberagaman yang ada di Desa Tempuran justru menjadi kekuatan utama bagi masyarakatnya. Ia mencontohkan, dalam satu lingkungan bahkan terdapat keluarga dengan latar belakang agama yang berbeda.

Meskipun demikian, mereka tetap mampu hidup harmonis berkat sikap saling menghormati dan toleransi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Kondisi ini membuktikan bahwa perbedaan tidak menjadi penghalang untuk menciptakan kedamaian dan kerja sama.

Salah satu contoh nyata pengamalan nilai Pancasila di Desa Tempuran adalah kegiatan gotong royong yang rutin dilakukan oleh seluruh warga, tanpa memandang latar belakang agama atau suku. Mereka bahu-membahu membersihkan lingkungan, membangun fasilitas umum, atau membantu tetangga yang sedang membutuhkan. Semangat kebersamaan ini tidak hanya terbatas pada kegiatan fisik, tetapi juga terwujud dalam musyawarah mufakat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan desa, menunjukkan praktik demokrasi Pancasila yang hidup.

Masyarakat Desa Tempuran terbukti mampu hidup damai, bekerja sama, dan aktif mendukung berbagai program pembangunan yang ada. Menurut Richie, situasi ini merupakan bukti nyata bahwa semangat Bhinneka Tunggal Ika dapat diwujudkan secara konkret di tengah-tengah keberagaman etnis dan agama.

Pihak Kodim 0706/Temanggung optimistis Desa Tempuran akan mampu meraih hasil terbaik dalam penilaian Kampung Pancasila. Keunikan desa ini, yang mampu mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika secara nyata, dianggap layak untuk diperkenalkan kepada masyarakat luas sebagai teladan.

Apresiasi dan Harapan dari Pemerintah Desa Tempuran

Kepala Desa Tempuran, Priyanto, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada Kodim 0706/Temanggung serta Kodam IV/Diponegoro. Apresiasi ini diberikan atas kepercayaan yang telah diberikan kepada desanya untuk mengikuti penilaian Kampung Pancasila.

Priyanto menambahkan bahwa kepercayaan tersebut tidak hanya menjadi sebuah penghargaan, tetapi juga motivasi besar bagi seluruh masyarakat Desa Tempuran. Hal ini mendorong mereka untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan yang telah tertanam.

"Kami merasa sangat dihormati, dihargai, dan diakui," ujar Priyanto. Ia melanjutkan, "Hal ini menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menanamkan semangat patriotisme dan nasionalisme kepada generasi penerus. Kami ingin Desa Tempuran tetap dikenal sebagai kampung kerukunan, Kampung Pancasila, dan kampung persatuan."

Lebih lanjut, Priyanto berharap agar semangat gotong royong yang sudah tumbuh subur di tengah masyarakat Desa Tempuran dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun Indonesia dimulai dari tingkat desa.

"Dari Tempuran, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, kami ingin ikut berkontribusi membangun Indonesia agar semakin maju, makmur, dan sejahtera sesuai cita-cita bangsa," tutup Priyanto, menegaskan komitmen desanya dalam pembangunan nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi