Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi kembali mengizinkan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sungai Lakam di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Keputusan penting ini diambil setelah sebelumnya SPPG tersebut sempat dihentikan sementara akibat kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah penerima manfaat program.
Kepala Koordinator BGN Wilayah Kabupaten Karimun, Anas Fitrawanda, mengonfirmasi bahwa SPPG Sungai Lakam telah mulai beroperasi kembali sejak Kamis (6/11). Pengaktifan kembali ini menandai berakhirnya masa evaluasi ketat yang dilakukan oleh pihak BGN terhadap sistem operasional dapur gizi tersebut.
Langkah ini diambil setelah serangkaian pemeriksaan mendalam, evaluasi komprehensif, serta pembinaan intensif terhadap pihak pengelola SPPG Sungai Lakam. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh proses pemenuhan gizi berjalan sesuai standar keamanan dan kebersihan pangan yang berlaku.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Standar Keamanan dan Kebersihan Pangan
Keputusan untuk mengaktifkan kembali operasional SPPG Sungai Lakam didasari oleh komitmen kuat dari pihak pengelola. Mereka berjanji akan meningkatkan kehati-hatian secara signifikan dalam setiap tahapan produksi makanan. Hal ini mencakup proses penyimpanan bahan baku, pengolahan, hingga penyajian makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Anas Fitrawanda menjelaskan bahwa surat perintah pengaktifan operasional SPPG telah diterbitkan setelah evaluasi menyeluruh. "SPPG Sungai Lakam yang sempat dihentikan pada September sudah mulai beroperasi kembali," ujarnya, menegaskan bahwa semua prosedur telah dipenuhi.
Peningkatan standar kebersihan dan keamanan pangan menjadi fokus utama dalam pembinaan yang diberikan BGN. Tujuannya adalah untuk mencegah terulangnya insiden keracunan yang pernah terjadi sebelumnya. Pengelola diharapkan dapat menerapkan protokol ketat demi menjaga kualitas gizi dan kesehatan penerima manfaat.
Advertisement
Advertisement
Pengawasan Ketat Terhadap Dapur Gizi Skala Besar
SPPG Sungai Lakam bukan sekadar dapur biasa, melainkan salah satu penyedia makanan terbesar di Kabupaten Karimun. Setiap harinya, fasilitas ini bertanggung jawab menyiapkan makanan bergizi untuk hampir 4.000 penerima manfaat. Skala operasional yang besar ini menuntut pengawasan ekstra ketat dari BGN demi keberlanjutan program.
Oleh karena itu, pengawasan terhadap kualitas bahan makanan yang digunakan menjadi perhatian utama BGN. Selain itu, kebersihan peralatan masak dan area pengolahan juga terus dipantau secara berkala. Hal ini krusial untuk menjamin makanan yang disajikan aman dan layak konsumsi bagi ribuan orang, terutama anak-anak dan kelompok rentan lainnya.
BGN juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada seluruh staf SPPG mengenai praktik kebersihan terbaik. Edukasi ini mencakup penanganan makanan yang benar, sanitasi dapur, serta prosedur darurat jika terjadi masalah. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan kerja yang sadar akan pentingnya keamanan pangan.
Advertisement
Sebagai perbandingan, BGN juga sempat menghentikan sementara operasional SPPG Sungai Raya di Kecamatan Meral akibat kasus serupa. Anas Fitrawanda menyebutkan bahwa dapur tersebut masih dalam proses evaluasi dan belum mendapatkan izin untuk beroperasi kembali. "Untuk SPPG Sungai Raya, surat keputusan pengoperasian belum keluar," tambahnya.
Langkah evaluasi dan pembinaan ini merupakan bentuk komitmen BGN dalam menjaga kualitas serta keamanan pangan program MBG. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap penerima manfaat mendapatkan asupan gizi yang tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dari risiko kesehatan yang tidak diinginkan.
Sumber: AntaraNews
Advertisement