Tahukah Anda? Unand, Kampus Tertua di Luar Jawa, Kini Masuk 250 Top Dunia untuk Penelitian Interdisipliner!

Universitas Andalas (Unand) berhasil menorehkan prestasi gemilang, masuk jajaran 250 kampus top dunia dalam bidang penelitian interdisipliner, menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan terkemuka.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Unand, Kampus Tertua di Luar Jawa, Kini Masuk 250 Top Dunia untuk Penelitian Interdisipliner!
Universitas Andalas (Unand) berhasil menorehkan prestasi gemilang, masuk jajaran 250 kampus top dunia dalam bidang penelitian interdisipliner, menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan terkemuka. (Merdeka.com)

Universitas Andalas (Unand) mencatatkan pencapaian luar biasa di kancah global. Kampus tertua di luar Pulau Jawa ini berhasil menembus jajaran 250 perguruan tinggi terbaik dunia dalam bidang ilmu penelitian interdisipliner.

Prestasi membanggakan ini diumumkan oleh Rektor Unand, Efa Yonnedi, saat perayaan Dies Natalis ke-69 kampus tersebut di Padang, Sumatera Barat. Pengakuan ini menjadi bukti nyata dari komitmen Unand terhadap kualitas riset dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Menurut data dari Times Higher Education World University Rankings (THE WUR), Unand kini menempati peringkat delapan secara nasional. Capaian ini menunjukkan tren positif dalam peningkatan reputasi Unand di tingkat global maupun domestik.

Pengakuan Internasional untuk Penelitian Interdisipliner

Rektor Unand, Efa Yonnedi, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. "Ini merupakan capaian yang baik, namun kita akan terus meningkatkan prestasi Unand di kancah internasional," kata Efa Yonnedi.

Sebagai perguruan tinggi yang diresmikan pada 13 September 1956 oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta, Unand terus berupaya meningkatkan mutu dan reputasinya. Fokus utama Unand adalah pada target peningkatan mutu dan reputasi jangka panjang, bukan hanya sekadar peringkat.

Keberhasilan masuk dalam 250 kampus top dunia untuk penelitian interdisipliner ini menunjukkan kualitas riset yang dihasilkan Unand. Penelitian interdisipliner menjadi salah satu pilar penting dalam menghadapi tantangan global dan menghasilkan inovasi yang relevan.

Komitmen Unand pada Kesetaraan Gender

Selain prestasi dalam bidang penelitian interdisipliner, Unand juga meraih pengakuan internasional di bidang lain. Kampus ini berhasil masuk dalam jajaran 60 perguruan tinggi top dunia dalam bidang gender development.

Pengakuan ini semakin mempertegas posisi Unand sebagai institusi yang menjunjung tinggi kesetaraan gender. Rektor Unand menjelaskan bahwa kampus ini membuka kesempatan bagi siapa saja untuk menduduki posisi penting, tanpa memandang gender sebagai penghambat.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya posisi strategis di Unand yang diduduki oleh kaum perempuan, seperti Direktur Sekolah Pascasarjana, Dekan, hingga Kepala Departemen. Unand berkomitmen untuk terus memelihara praktik baik ini tanpa diskriminasi gender.

Efa Yonnedi menekankan bahwa penempatan perempuan di posisi penting didasarkan pada kualitas dan kemampuan individu. "Jadi, kita menerima bukan karena perempuannya, tapi karena nilainya memang lebih baik dari laki-laki," ujar Rektor Unand.

Visi Jangka Panjang dan Peningkatan Kualitas Lulusan

Unand, yang baru saja genap berusia 69 tahun, memiliki komitmen kuat untuk masa depan. Komitmen ini meliputi peningkatan investasi dalam bidang pengajaran, pendidikan, serta riset yang lebih produktif dan bermanfaat.

Tujuan utama Unand adalah membangun lulusan yang bermutu serta berkarakter. Kampus ini bertekad untuk melahirkan individu yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan etika yang tinggi.

Dengan visi jangka panjang ini, Unand berharap lulusannya dapat berkarier dengan sukses di berbagai bidang. Peningkatan kualitas lulusan menjadi prioritas untuk memastikan mereka siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi