Wilayah Nagara di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, kian mengukuhkan posisinya sebagai sentra hortikultura strategis nasional. Lahan rawa dan kawasan perairan sungai di tiga kecamatan Daha Selatan, Daha Utara, dan Daha Barat—terbukti ampuh menggerakkan roda perekonomian daerah lewat komoditas buah-buahan.
Salah satu komoditas andalan utama kawasan ini adalah semangka hibrida non-biji varietas AMARA F1. Ditanam di hamparan lahan seluas ratusan hektar, varietas unggul ini dikenal memiliki pertumbuhan vigor, tahan penyakit busuk batang (Gummy Stem Blight), serta beradaptasi baik di dataran rendah. Hasil buahnya manis, renyah, dan berbobot besar, sehingga menekan risiko kerugian petani di tengah tantangan cuaca ekstrem.
Guna mengapresiasi dedikasi petani sekaligus memperkuat ekosistem pertanian berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan berkolaborasi dengan PT East-West Seed Indonesia (EWINDO/Cap Panah Merah) menggelar Festival Panen Raya bertajuk "Semarak Panen Raya AMARA F1".
Bupati Hulu Sungai Selatan, Syafrudinnor menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor demi kemajuan pertanian kawasan.
"Panen raya ini merupakan hasil sinergi Pemerintah Daerah bersama PT East West Seed Indonesia (Cap Panah Merah), pemerintah kecamatan dan desa, penyuluh, serta para petani," ungkap Syafrudinnor.
Senada dengan Bupati, Managing Director Ewindo, Isak Heryawan, menyebut kolaborasi rantai pertanian sebagai kunci utama hilirisasi yang sukses.
"Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan nasional. Festival ini bukan sekadar perayaan hasil panen, melainkan bentuk apresiasi nyata atas kerja keras petani Nagara sebagai salah satu actor penting penompang system pangan nasional, serta wadah untuk memperkuat transfer pengetahuan budidaya pertanian yang berkelanjutan," ujar Managing Director Ewindo, Isak Heryawan.
Advertisement
Parade Jukung Hias hingga Kontes Semangka 14 Kg
Selain forum edukasi, festival ini menonjolkan kearifan lokal berbasis perairan lewat Parade Jukung Hias. Sebanyak 50 perahu tradisional (jukung) yang dihias secara kreatif berlayar menyusuri aliran Sungai Nagara.
Keseruan berlanjut pada Kontes Bobot Semangka. Salah satu peserta dari Kelompok Tani Rakat Mufakat Desa Baruh Jaya, Kecamatan Daha Selatan, berhasil mencatatkan rekor semangka AMARA F1 terberat mencapai 14 kilogram.
Petani setempat, Abdul Hamid, menyampaikan rasa syukurnya atas pendampingan teknis dan benih berkualitas yang diterimanya.
"Kami para petani sangat bersyukur dan mengapresiasi perhatian Pemerintah Daerah serta EWINDO yang telah memfasilitasi acara ini. Varietas AMARA F1 sangat memuaskan bagi kami karena tanamannya tahan penyakit, perawatannya relatif mudah, dan hasil buahnya besar, manis, serta sangat disukai pasar. Kami berharap dukungan pendampingan teknis dan kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut ke depannya agar pertanian di Nagara makin maju," tutur Abdul Hamid.