Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta Kementerian Kesehatan mengevaluasi pola penanganan dan pengendalian Covid-19 di tengah meningkatnya tren kenaikan kasus setelah libur Lebaran Idulfitri 2023.
"Kementerian Kesehatan harus mengevaluasi pola penanganan dan pengendalian kasus Covid-19 yang ada, guna mengetahui faktor atau penyebab terus terjadinya kenaikan kasus, khususnya setelah libur hari raya," katanya, Sabtu (29/4).
Permintaan Bamsoet ini menyusul temuan 125 kasus Covid-19 di Sleman, DI Yogyakarta, per Kamis (27/4). Sementara secara nasional, kasus Covid-19 naik lebih dari 2.000 kasus pada Jumat (28/4) kemarin.
Bamsoet meminta pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah yang mengalami kenaikan kasus Covid-19 setelah libur Lebaran.
"Sehingga upaya penanganan serta percepatan vaksinasi dapat difokuskan ke daerah-daerah tersebut," ujarnya, dilansir dari Antara.
Advertisement
Gencarkan Testing dan Tracing
Ketua DPR RI periode 2018-2019 ini juga mendorong pemerintah untuk kembali menggencarkan upaya testing and tracing atau pengujian dan pelacakan sebagai upaya deteksi dini kasus Covid-19.
Pasalnya, Indonesia mendapat sorotan lantaran pelacakan Covid-19 dinilai masih rendah. Sementara kesadaran masyarakat untuk melakukan testing mandiri juga masih rendah.
Bamsoet juga mengimbau masyarakat untuk memahami situasi dan kondisi pandemi yang belum sepenuhnya berlalu serta kemunculan subvarian baru XBB.1.16 atau Arcturus yang diketahui memiliki daya tular cepat.
"Masih ada potensi penularan, sehingga tetap diperlukan kewaspadaan dan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan khususnya penggunaan masker," katanya.
Bamsoet juga mendorong pemerintah bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 untuk memperkuat kembali aktivitas Whole Genome Sequences (WGS) guna mengidentifikasi potensi varian-varian baru.
"Hal itu dapat menjadi salah satu upaya deteksi dini penyebaran kasus aktif," katanya.