35 Peserta Difabel Ikut UTBK–SBMPTN 2022 di UI

Sebanyak 2.636 peserta menjalani Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK–SBMPTN) tahun 2022 di Universitas Indonesia (UI) pada gelombang pertama. Ujian ini digelar serentak pada Selasa (17/5).

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
35 Peserta Difabel Ikut UTBK–SBMPTN 2022 di UI
Pelaksanaan UTBK-SBMPTN di UI. ©2022 Merdeka.com/HO-Humas UI

Sebanyak 2.636 peserta menjalani Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK–SBMPTN) tahun 2022 di Universitas Indonesia (UI) pada gelombang pertama. Ujian ini digelar serentak pada Selasa (17/5).

UI akan menerima 1.676 mahasiswa baru dari 64 program studi S1 Reguler. Ujian dibagi dalam beberapa sesi. Masing-masing sesi diikuti 1.318 peserta.

Kepala Penerimaan Mahasiswa Baru UI (PMB UI) Gunawan mengatakan, seluruh peserta sudah memahami ketentuan yang berlaku. Untuk pelaksanaan ujian pada hari kedua dan seterusnya, peserta diminta tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.

"Harapan kami, kegiatan UTBK UI 2022 ini bisa berjalan lancar, kondusif, dan tentunya tetap menjaga protokol Kesehatan, karena pandemi belum berakhir," harap Gunawan, Selasa (17/5).

Sesi Khusus untuk Difabel

Di antara para peserta terdapat 35 difabel yang terdiri atas 12 disabilitas tunanetra dan 23 peserta tunadaksa yang memilih pusat UTBK di UI. Peserta disabilitas tunadaksa menjalani ujian dilaksanakan di Fasilkom Gedung Lama.

Peserta disabilitas tunanetra dijadwalkan ujian pada sesi khusus, Kamis (19/5). Kemudian juga ada sesi ke-5 pada pagi hari di Laboratorium 1105 Fasilkom Gedung Lama. "Peserta disabillitas didampingi oleh petugas dan dicek kelengkapan ujiannya oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT)," tambah Gunawan.

UI menyiapkan 63 ruang ujian dari 29 lokasi ujian dengan fasilitas 1.309 unit komputer utama dan 193 komputer cadangan yang tersebar di UI Depok dan UI Salemba. Di UI Depok, UTBK dilaksanakan di 21 titik lokasi yang tersebar di Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK), serta lokasi lain di beberapa fakultas.

Sementara di UI Salemba, UTBK dilaksanakan di Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Sekolah Ilmu Lingkungan, serta Sekolah Kajian Stratejik dan Global. UI telah melakukan serangkaian persiapan. Misalnya, membentuk panitia khusus serta memberi pembekalan bertahap (real-like situation) di laboratorium komputer bagi admin server, teknisi lokal, dan pengawas.

"UI juga menyediakan tenaga medis, lengkap dengan ambulans, dan tim Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) pada hari pelaksanaan apabila ditemukan peserta yang sakit saat UTBK berlangsung," papar Gunawan.

Protokol Kesehatan Ketat

Penanggung Jawab Lokasi UTBK–RIK UI Rina Rahmawati menambahkan, RIK menyiapkan tiga titik lokasi ujian, yaitu di Gedung B sebanyak dua ruangan, Gedung C satu ruangan dan Gedung E dua ruangan. Sama seperti sebelumnya, pelaksanaan UTBK 2022 menerapkan protokol kesehatan ketat.

Beberapa aturan yang perlu diperhatikan, yaitu peserta wajib vaksin Covid-19 minimal dosis kedua. Peserta yang baru mendapat dosis pertama wajib melampirkan hasil swab antigen yang berlaku 1x24 jam atau hasil tes PCR yang berlaku 3x24 jam. "Peserta yang belum divaksin wajib melakukan tes PCR dan membawa surat keterangan dokter yang menerangkan alasan tidak/belum divaksin," jelasnya.

Untuk memasuki lokasi ujian, peserta harus memiliki suhu tubuh kurang dari 37,3 derajat Celsius. Peserta harus memindai barcode dengan aplikasi PeduliLindungi dan wajib menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker medis 3 lapis, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Sebelum UTBK dimulai, kelengkapan persyaratan ujian akan dicek, meliputi kartu tanda peserta ujian, kartu identitas (KTP/SIM), dan fotokopi ijazah yang telah dilegalisasi. Peserta dilarang membawa makanan dan minuman ke dalam ruangan selama UTBK. Untuk menghindari kecurangan, petugas akan mengecek peserta yang keluar ruangan, seperti pergi ke toilet. Sebelum kembali memasuki ruangan, mereka akan diperiksa ulang menggunakan alat.

"Setiap peserta juga dilarang menulis atau mencoret apa pun di dalam kartu peserta selama ujian berlangsung," pungkas Rina.

Rekomendasi