Kebakaran hutan dan lahan masih melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur, Lampung. Hingga Rabu (30/9/2026), titik api masih terpantau meski pemadaman udara sehari sebelumnya telah dilakukan sebanyak 64 kali water bombing.
Staf Pusdalops BPBD Lampung, Fionita Oktaviyanti, menyebut kebakaran terjadi di Grid 30 U, 31 U, dan 31 T RPTN Cabang, SPTN Wilayah II Bungur. Dari pengamatan udara menggunakan helikopter, luas area yang terdampak diperkirakan sekitar 15 hektare. Tidak ada korban jiwa maupun bangunan yang terdampak.
"Vegetasi berupa rawa gelam dan rumput prumpungan, topografi datar, jenis tanah mineral dengan tipe kebakaran permukaan," kata Fionita, Rabu (30/9/2026).
Upaya penanganan melibatkan BPBD Lampung bersama BNPB, TNWK, dan unsur terkait dengan pengerahan helikopter untuk pemadaman dari udara. "Pada sortie pertama, helikopter melakukan 32 kali water bombing. Dari pemantauan Tim Lapangan TNWK, area yang mendapatkan siraman air diperkirakan sekitar 4 hektare," sebutnya.
Sejumlah fire spot masih terpantau mengeluarkan asap setelah penyiraman dari udara. Pemadaman dilanjutkan pada sortie kedua dengan 32 kali water bombing dan cakupan sekitar 3 hektare. "Pada lokasi yang telah dilakukan WB maupun pemadaman darat masih terdapat titik api," ujar Fionita.
Dengan dua sortie tersebut, total pemadaman udara pada Selasa mencapai 64 kali water bombing.
Advertisement
Upaya Tim Darat pada Kebakaran Hutan Way Kambas
Selain operasi udara, tim melakukan pemadaman langsung dari darat. Satgas Darat memindahkan camp dari Lampung Meranti ke Camp Keramat agar posisi personel lebih dekat dengan titik api, dengan fokus penanganan di Grid 33 U.
Personel dibagi menjadi tiga kelompok. Tim pertama melakukan size up atau penilaian kondisi lapangan. Tim kedua merintis jalur pemadaman baru menuju sumber air yang lebih dekat. Tim ketiga melakukan pemadaman menggunakan jet shooter yang didukung pompa portabel.
Tim ketiga memadamkan sekitar 2,5 hektare area terbakar. Adapun tim perintis membuka jalur pemadaman sekitar 1,5 kilometer menuju titik kepala api di Grid 33 U.
"Meski demikian, titik api masih ditemukan di sejumlah lokasi yang sebelumnya telah mendapat pemadaman dari udara maupun darat," bebernya.
Fionita menambahkan, pemadaman darat akan dilanjutkan melalui jalur baru yang telah dibuat, dengan dukungan tambahan selang dari BPBD.
"Untuk pemadaman udara, petugas masih memerlukan penyisiran dan water bombing di Grid 33 U, Grid 34 U, dan Grid 33 V," terang dia.
Kalaksa BPBD Provinsi Lampung bersama Kalaksa BPBD Kabupaten Lampung Timur juga meninjau langsung area yang menjadi fokus tim darat. Operasional helikopter VH-8HL pada Rabu (30/9/2026) direncanakan menjalani one day off untuk pemeriksaan berkala sehingga berpotensi tidak melakukan penerbangan pemadaman pada hari itu.
Hingga pemantauan terakhir, kebakaran masih belum sepenuhnya padam. Petugas darat akan melanjutkan upaya pemadaman, sementara dukungan udara akan kembali dilakukan sesuai kondisi operasional helikopter.