KAI Logistik memulai uji coba pengoperasian kereta angkutan hasil bumi dari Stasiun Argopuro, Banyuwangi, menuju Jakarta Gudang pada Senin, 28 September 2026.
Langkah ini disampaikan Direktur Operasi KAI Logistik, Broer Rizal.
Dalam uji coba perdana tersebut, satu rangkaian berisi 10 gerbong diberangkatkan dari Argopuro dengan muatan buah-buahan khas Banyuwangi. Buah naga menjadi komoditas utama yang diangkut menuju Jakarta.
Rizal menjelaskan, layanan angkutan barang ini dirancang untuk menghubungkan sentra produksi pertanian dan peternakan di Jawa Timur, khususnya Banyuwangi, dengan pasar di Jakarta.
Adapun rencana pengangkutan ternak sapi pada pengiriman perdana belum terealisasi karena pasokan sapi dari Sumbawa dan Bali tertunda imbas kendala penyeberangan di jalur Ketapang–Gilimanuk.
"Jadi pada pengiriman perdana ini, muatan didominasi oleh produk buah naga asal Banyuwangi," ujar Rizal dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).
Ia menegaskan pengembangan layanan ini merupakan langkah KAI Logistik bersama PT KAI dan mitra untuk memperkuat ekosistem logistik berbasis kereta api.
"Harapannya pemanfaatan moda kereta api dapat memberikan alternatif distribusi yang lebih terintegrasi sekaligus mendukung efisiensi rantai pasok nasional," jelas Rizal.
Advertisement
Target Operasi Harian KAI Logistik Mulai November 2026
Rizal menargetkan layanan angkutan barang ini dapat beroperasi secara reguler setiap hari mulai November 2026. Saat ini, infrastruktur area muat di Stasiun Argopuro, Kalisetail, Rambipuji, dan Probolinggo tengah disiapkan.
Jika beroperasi penuh, setiap rangkaian kereta akan membawa hingga 20 gerbong kontainer. Dalam skema operasional reguler, kapasitas angkut diperkirakan mencapai 550 ton komoditas dalam satu perjalanan.
Sebagai gambaran, kapasitas tersebut mencakup sekitar 75 ekor sapi yang diangkut menggunakan tiga gerbong, sementara sisa gerbong mengangkut hasil pertanian.
Rizal menyebut perseroan telah menyiapkan skema konsolidasi dan muatan balik bersama mitra.
"Kami bekerja sama dengan PT Bogantara sebagai konsolidator barang. Selain pengiriman dari Banyuwangi ke Jakarta, kami juga menyiapkan skema muatan balik dari Jakarta menuju Banyuwangi. Komoditas balik yang berpotensi diangkut antara lain pakan ternak, pupuk, dedak, hingga pasokan logistik lainnya," jelas dia.
Uji coba perdana ini menjadi momentum bagi KAI Logistik, PT KAI, dan mitra untuk mengevaluasi kesiapan layanan secara menyeluruh, mulai dari aspek operasional, teknis, waktu tempuh, proses bongkar muat, hingga fasilitas pendukung dari hulu ke hilir.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik uji coba ini sebagai alternatif distribusi hasil pertanian daerah.
"Dengan layanan ini, distribusi hasil pertanian Banyuwangi diharapkan semakin terbuka, sehingga komoditas unggulan daerah dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui pilihan moda transportasi yang terintegrasi," kata Ipuk.