Cik Tuti Iin Puspita (22) ditemukan tewas di dalam lemari kamar kos, kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan sekira pukul 12.30 WIB, Selasa (20/11). Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan telah meminta keterangan sejumlah saksi untuk menyelidiki kasus tewasnya Iin. Salah satunya penjaga kos bernama Rofik Tri Riana.
Ketua RT setempat, Mamnun (53) mengaku mendampingi Rofik Tri Riana saat dimintai keterangan. Kepada penyidik Rofik mengaku pernah melihat korban menerima tamu pada Sabtu malam (17/11).
"Saya denger Rofik ngomong ke polisi ada temannya korban, dua orang satu laki-laki dan perempuan datang pada malam minggu," ujar dia ketika ditemui dilokasi, Selasa (20/11).
Mamnun menjelaskan, teman-teman korban sempat menginap beberapa hari. Bahkan, korban sampai menyuruh penjaga kos untuk mengusirnya.
"Nginep berapa hari, si Rofik sampai diminta ngusirin itu tamu," kata dia.
Beberapa hari kemudian, Rofik melihat sesuatu yang janggal. Korban tak kunjung keluar dari kamar kos.
"Rofik curiga temennya sudah pergi tapi mbak Iin (panggilan korban) tidak keluar - keluar. Biasanya kepada Rofik korban selalu dimintain tolong pesenin makan, gojek dan lain-lain. Tapi akhir-akhir ini kok tidak," ujar dia.
Rofik semakin curiga sebab lampu kamar Iin selalu menyala sejak tiga hari terakhir. Ditambah Rofik mencium aroma tak sedap dari kamar tersebut.
Rofik pun mencoba mengetuk pintu kamar Iin namun tidak ada jawaban. Akhirnya memanggil penjaga dan pengelolah kos untuk mendobrak pintu.
"Mereka bertiga lalu mendobrak pintu tersebut dan melihat mayat itu, " tutip dia.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com