Diduga gara-gara warisan, Ardana dipasung dan diisukan gila

Keluarga Ardana adalah keluarga yang banyak meninggalkan warisan tanah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Diduga gara-gara warisan, Ardana dipasung dan diisukan gila
Saniman dipasung. ©2014 merdeka.com/Gede Nadi Jaya

Selama 16 tahun hidup I Ketut Ardana (40) terkurung dalam ruang sempit yang pengap dan gelap. Tidak hanya itu, kedua kakinya juga dipasung, diduga gara-gara berebut soal tanah warisan.Informasi yang didapat dari warga Banjar Tetelan, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, kabupaten Jembrana di Bali. Menyebutkan bahwa 16 tahun lalu memang pernah terjadi keributan hebat antara pemuda yang baru berumur 24 tahun dengan keluarga besarnya."Keluarganya ditinggalkan banyak warisan tanah. Saat itu sempat dengar ada keributan di keluarga mereka soal pembagian warisan tanah," Ucap salah seorang warga setempat, Selasa (11/11).Soal berapa banyak tanah yang diwariskan dan harus dibagi, sejumlah warga hanya menyebutkan bahwa keluarga Ardana adalah keluarga yang banyak meninggalkan warisan tanah. Termasuk soal ada berapa KK yang diwariskan, warga juga tidak tau."Memang dia sempat mengamuk dulu, isunya karena tidak meratanya pembagian warisan dan mengancam mau membunuh. Makanya dia dipasung, mungkin karena takut. Terus dibilang Gila. Siapapun akan gila pak kalau diperlakukan seperti itu," Ucap sejumlah tetangganya.Sementara itu, pihak keluarga yang sebelumnya sempat bungkam hari ini mau diajak bicara. Hanya saja, mereka enggan untuk menyebutkan namanya, hanya memperkenalkan diri sebagai pamannya dan sepupu dari Ardana. Dari komentar keluarga Ardana, sepenuhnya membantah apa yang ditudingkan oleh warga di lingkungan tempat diri tinggal."Ponakan kami murni mengalami gangguan jiwa dan saat itu sudah mengancam keselamatan orang lain. Tidak benar apa yang dibilang soal rebutan warisan," Ucap salah satu kerabat Ardana, selasa (11/11).Hal senada juga sempat dilakukan oleh Perbekel atau kepala dusun Candi Kusuma, I Wayan Baiasa bahwa sempat melakukan upaya pendekatan dengan pihak keluarga agar Ardana dilakukan penyembuhan secara mental dan jasmani."Cukup alot dan lama untuk pendekatan kepada keluarganya. Pada akhirnya kita langsung datangkan pihak dokter dari puskesmas untuk lakukan pemeriksaan. Bahkan petugas dari puskesmas sudah mulai rutin melakukan pengontrolan. Tapi upaya untuk melepaskan Ardana itu yang kami sulit bujuk keluarganya," Terang Baiasa, Selasa (11/11).

Rekomendasi