Rancangan Undang-Undang Pilkada (RUU Pilkada) masih diproses oleh DPR. Kepala daerah 'vokal' seperti Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wagub DKI Basuki T Purnama (Ahok), Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mendukung pilkada dipilih langsung oleh rakyat tanpa diwakili DPRD.Menurut mereka, jika Pilkada via DPRD maka calon independen atau orang-orang seperti Ahok dan Ridwan Kamil sulit mendapat kesempatan.Ada kisah menarik di daerah Seruyan, Kalimantan Tengah. Bupati Seruyan Sudarsono periode 2013-2018 mendukung pilkada dipilih oleh rakyat. Sudarsono yang berasal dari independen, mampu mengalahkan pasangan Ahmad Ruswandi-H Sutrisno. Padahal Riswandi yang merupakan anak dari incumbent bupati Seruyan sebelumnya itu sudah didukung koalisi 12 partai politik di DPRD."Itu membuktikan pilihan anggota DPRD berbeda dengan pilihan rakyatnya. Pilkada langsung dipilih rakyat itu, mampu memunculkan figur-figur yang berkualitas," ujar Sudarsono saat dihubungi, Kamis (11/9).Sudarsono menuturkan, dia dan pasangannya, Yulhadir mendapat 42.226 suara dari 78.704 suara sah. Sementara pasangan H Ahmad Ruswandi-H Sutrisno hanya memperoleh 36.478 suara."Mirip Jokowi lah, hasil itu digugat ke Mahkamah Konstitusi oleh mereka (Ahmad-Sutrisno). Putusan MK menolak seluruhnya gugatan terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Seruyan terkait hasil pemungutan suara 4 April 2013, secara otomatis kemenangan pasangan Sudarsono-Yulhaidir tak terbantahkan lagi," tutur dia.Menurut Sudarsono, ada positif dan negatif dengan pilihan pilkada langsung dan tak langsung. Positifnya pilkada langsung, rakyat dilibatkan. Jadi rakyat bebas memilih calon kepala daerah yang menurut mereka kompeten. Negatifnya, bukan tak mungkin rakyat terlena dengan politik uang dan juga intimidasi."Positifnya pilkada via DPRD, bisa menekan konflik horizontal. Anggaran negara juga hemat. Negatifnya, kemungkinan besar kualitas calon rendah dan yang pasti kemungkinan besar pilihannya berbeda dengan keinginan rakyat," tutur dia.
Cerita bupati hasil pilkada langsung kalahkan calon pilihan DPRD
Di daerah Seruyan, Kalimantan Tengah, calon independen kalahkan calon yang didukung partai mayoritas DPRD.
Advertisement
Rekomendasi