24 Orang melapor ke Dinkes Pemkot Bandung telah mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dihidangkan di restoran 88 SEOUL kawasan 23 Paskal, Kota Bandung.
Salah seorang korban keracunan, Ria Isti (35) mengaku datang ke restoran tersebut pada Sabtu (3/10) bersama adiknya. Saat itu, dia memesan total sembilan item terdiri dari makanan dan minuman dengan total harga Rp 220 ribu.
Makanan dipesan yakni Baechu Kimchi, Eomuk Bokkeum, Gyeranmari, Korean Macaroni Salad, Danmuji Muchim, Sigeumchinamul, Myeokguk, dan Tangsuyuk. Sementara, minuman dipesan yaitu Green Tea. Tak ada hal janggal dari makanan ataupun minuman disajikan.
"Nggak nyangka, nggak nyangka keracunan juga. Untuk makanan pun juga waktu kita makan biasa aja, nggak ada yang janggal," kata Ria ketika dikonfirmasi pada Rabu (7/10).
Namun keesokan harinya, Ria mulai mengalami diare disertai mual. Dia kemudian menuju ke Puskemas untuk mengecek kondisi kesehatannya. Hasilnya, dia dan adiknya didiagnosis mengalami gejala keracunan.
"Keracunan makanan. Aku dikasih antibiotik sama obat mual juga karena nggak masuk sama sekali makanan. Lemas itu di hari Minggu dan hari Senin," ujar dia.
Meski sudah didiagnosis keracunan, Ria dan adiknya tak dirawat di rumah sakit dan menjalani perawatan mandiri di rumah. Hingga kini, kondisinya belum pulih. Dia masih mengalami diare dan badannya terasa lemas.
"Aku lemas masih, tapi tadi aku pagi-pagi udah sempat ke dokter lagi karena pup aku masih cair. Sama adik aku berdua," kata dia.
Ria mengaku sudah sempat menghubungi pihak restoran untuk meminta penjelasan. Akan tetapi, pihak restoran hanya menyampaikan keprihatinan dan sama sekali tak menyampaikan permintaan maaf. Dia juga bahkan sempat memberi ulasan buruk di Google tapi malah diduga dihapus oleh pihak restoran.
"Aku mau ngejelek-jelekin apapun jangan marah, karena emang ini yang aku rasain. Orang nggak kesal gimana, orang punya rencana juga aku mau liburan hari Minggu jadi kacau semuanya," kata dia.
Advertisement
Kesaksian Pengunjung Lain
Hal senada dikatakan korban lainnya, Radisya (27). Dia juga mengaku datang ke restoran itu pada Sabtu (3/10). Saat itu, dia dan tiga temannya bahkan harus mengantre karena restoran sedang penuh. Terdapat beberapa makanan yang dipesan, salah satunya Haemul Jjigae.
Radisya baru mengalami gejala keracunan juga pada keesokan harinya. Gejala yang dialami yaitu dadanya sempat terasa sakit dan diare. Dia kemudian mengira mengalami keracunan usai ramai dibahas di media sosial.
"Aku pas yang Minggu pagi teh dada sakit banget di bagian kanan. Sama sakit perut, diarenya tuh malah baru di hari Senin, sampai sekarang tuh masih gitu," kata dia.
"Normal sih (makanannya) karena dipikirnya ya emang makanan Korea kayak gitu. Awalnya mikir gitu. Makanya sebenarnya kita tuh nggak mikir itu tuh dari si makanan itu, karena dipikir oh ya udah mungkin cuman karena ini doang gitu, karena cuaca," pungkas dia.