Rayakan Tiga Dekade, Superman Is Dead Guncang Synchronize Fest 2025 dengan Kejutan Spesial
Superman Is Dead (SID) sukses mengguncang panggung Synchronize Fest 2025, merayakan 30 tahun perjalanan musik mereka dengan penampilan energik dan kejutan tak terduga.
Grup musik punk rock legendaris, Superman Is Dead (SID), sukses memukau ribuan penonton di panggung Synchronize Fest 2025. Mereka tampil pada Minggu malam, 5 Oktober, di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Penampilan ini menjadi bagian dari perayaan spesial 30 tahun perjalanan karier band asal Bali tersebut.
Momen bersejarah ini menandai tiga dekade SID berkarya di kancah musik nasional dan internasional. Bobby Kool, Eka Rock, dan Jerinx mempersembahkan pertunjukan yang penuh energi. Mereka membawakan deretan lagu hits yang telah menemani penggemar setia selama puluhan tahun.
Perayaan ini tidak hanya diisi dengan nostalgia, tetapi juga kejutan menarik bagi para penggemar. Synchronize Fest 2025 menjadi saksi bisu perayaan ulang tahun ke-30 band ini. Hal ini sekaligus menegaskan eksistensi mereka di industri musik Indonesia.
Perjalanan Tiga Dekade Superman Is Dead di Synchronize Fest 2025
Pembukaan Superman Is Dead di Synchronize Fest 2025 dimulai dengan pemutaran audio "The Opening (Ketika Senja)". Video dokumenter perjalanan panjang mereka turut mengiringi momen tersebut. Ini membawa penonton menyelami kilas balik tiga dekade eksistensi band.
Setelah itu, Bobby Kool (vokal, gitar), Eka Rock (bas), dan Jerinx (drum) langsung menggebrak panggung. Mereka membawakan lagu “Aku Persepsi” dari album “Tiga Perompak Senja” yang rilis pada tahun 2018. Energi panggung langsung terasa dan disambut antusias oleh penonton.
Bobby Kool menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan penggemar. "Ini baru saja kita merayakan ulang tahun yang ke-30 sekitar bulan lalu," ujarnya. Ia menambahkan, "Jadi malam ini kita rayakan masih dalam rangka Superman Is Dead anniversary yang ke-30. Teriakan sekeras-kerasnya untuk SID malam ini." Pernyataan ini disambut gemuruh sorakan penonton di panggung Dynamic.
Deretan Lagu Hits dan Kejutan Spesial dari SID
Band yang terbentuk pada tahun 1995 ini melanjutkan penampilannya dengan membawakan serangkaian lagu populer. Mereka menyanyikan “Bulan dan Ksatria”, “Punk Hari Ini”, “Cerita Semalam”, dan “Luka Indonesia”. Setiap lagu dibawakan dengan penuh semangat dan interaksi yang kuat dengan penonton.
Penampilan Superman Is Dead semakin memanas dengan lagu-lagu seperti “Tentang Tiga” dan “Saint Of My Life”. Para penonton ikut bernyanyi bersama, menciptakan atmosfer yang sangat meriah. Kehadiran SID di Synchronize Fest 2025 benar-benar menjadi magnet tersendiri bagi para penggemar musik punk rock.
Di tengah-tengah penampilan yang energik, Jerinx memberikan kejutan. Ia membocorkan sedikit potongan lagu barunya kepada publik. "Sebelum membawakan lagu yang akan kami bawakan. Ini sedikit potongan lagu baru saya nanti," tutur Jerinx. Momen ini tentu saja disambut antusiasme tinggi dari para penggemar setia.
Kolaborasi Memukau dan Penutup Penuh Semangat
Tak hanya itu, Superman Is Dead juga menghadirkan kolaborasi spesial di panggung Synchronize Fest 2025. Istri Jerinx, Nora Alexandra, turut tampil bersama band. Ia mengenakan kebaya hijau yang anggun, menambah daya tarik penampilan mereka.
Nora Alexandra membawakan lagu “Cahaya Nusantara” yang dirilis pada tahun 2024. Ia juga menyanyikan lagu ikonik “Sunset di Tanah Anarki” bersama SID. "Gila rame banget ya Synchronize keren banget," ujar Nora, mengapresiasi kemeriahan festival tersebut.
Sebagai penutup penampilan Superman Is Dead di Synchronize Fest 2025, mereka membawakan lagu “Jika Kami Bersama”. Lagu ini diwarnai dengan semburan petasan flare red dari para penonton. Ini menciptakan pemandangan yang spektakuler dan tak terlupakan bagi semua yang hadir.
Synchronize Fest 2025: Perayaan Musik Lintas Genre
Synchronize Fest 2025 merupakan perhelatan musik tahunan yang sukses diselenggarakan selama tiga hari. Festival ini berlangsung mulai dari Jumat (3/10) hingga Minggu (5/10). Edisi kali ini menjadi yang ke-10 sejak pertama kali digelar, menunjukkan konsistensi dan popularitasnya.
Dengan mengusung tema #SalingSilang, Synchronize Fest 2025 berhasil menghadirkan ratusan musisi dari berbagai genre. Mulai dari jazz, pop, rock, hardcore, ska, reggae, hingga dangdut, semua genre musik terwakili. Keberagaman ini menjadi salah satu daya tarik utama festival.
Keberhasilan Synchronize Fest 2025 dalam menyatukan berbagai genre dan generasi musisi menunjukkan vitalitas industri musik Indonesia. Festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga platform penting bagi musisi. Ini juga menjadi wadah bagi penggemar untuk menikmati karya-karya terbaik.
Sumber: AntaraNews