Pujian OSO ke Gubernur Koster: Gebrakannya Bingungkan Lawan
OSO menyatakan bahwa Gubernur Koster adalah petarung yang kadang bikin bingung lawan.
Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), memuji pidato Gubernur Bali, I Wayan Koster terkait kebijakan dan kondisi di Pulau Bali. Bahkan, dia menyatakan bahwa Gubernur Koster adalah petarung yang kadang bikin bingung lawan.
"(Koster) ini dari dulu sudah jadi petarung. Jadi mungkin anda tidak mengenal walaupun sesama orang Bali. Dia selalu bikin gebrakan-gebrakan yang kadang-kadang bisa membingungkan lawan, bukan kawan tapi lawan. Itulah ciri khasnya adinda Koster gubernur sekarang ini," kata OSO saat membuka acara Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Hanura Bali, di The Trans Resort Bali, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, pada Senin (11/8).
"Saya tadi terkesan dengan pidatonya Pak Gubernur. Bapak Gubernur ini, semakin lama semakin cerdik, dan semakin lihai. Ada sesuatu yang boleh dilakukan, ada sesuatu juga yang dia tidak mau lakukan, walupun itu menguntungkan daerahnya. Nah, ini perlu dibahas," imbuhnya.
Ia juga menyampaikan, bahwa sebenarnya tidak gampang menjadi sebuah pemimpin di daerah, walaupun kelihatannya terlihat sederhana. Ia juga menyebutkan, bahwa pidato Gubernur Bali sudah sesuai walaupun tujuannya berbeda, tetapi konsep dan tujuannya sama yaitu kepada negara, kepada daerah, kemakmuran daerah, makmur masyarakatnya dan Indonesia makmur.
Kemudian, terkait arahan kepada para kader Hanura di Bali, ia menyampaikan bahwa dalam Musda Hanura Bali sudah ada mekanisme pemilihan dan pihaknya tentu tidak mencampuri hal tersebut. Dan itu, keputusan daerah sendiri dalam memilih pemimpinnya atau Ketua Hanura Provinsi Bali.
"Harapannya ke Bali ini, Bali ini adalah daerah turisme yang sangat-sangat berhasil. Jadi pertama menjaga budaya Bali itu sendiri. Karena budaya itulah yang laku dijual oleh bangsa-bangsa lain yang selalu ingin melihat apa sebetulnya Bali itu. Dan memang terus terang saja, ada negara-negara yang lebih kenal Bali daripada Indonesia. Nah ini bukan kita merekayasa, tapi itulah kenyataannya, bahwa Bali itu dikenal di dunia," ujarnya.