Prabowo Minta Percepat Teknologi Pengolahan Sampah, Uji Coba Skala Mikro Tahun Ini
Prabowo meminta Mendiktisaintek Brian Yuliarto untuk segera mempercepat pengembangan teknologi pengolahan sampah skala mikro.
Presiden Prabowo Subianto telah meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto untuk mempercepat pengembangan teknologi pengolahan sampah skala mikro yang telah dirintis oleh beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Teknologi ini akan menjadi pelengkap bagi program Waste to Energy yang saat ini sudah berjalan.
Brian menyampaikan, "Jadi Bapak Presiden memberikan arahan selain tentu Waste to Energy yang tetap terus berjalan. Beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan."
Ia menambahkan bahwa saat ini sejumlah teknologi tersebut telah siap untuk diimplementasikan melalui uji coba di berbagai daerah. Pengembangan ini akan dilakukan secara terintegrasi dengan Danantara untuk menjamin efektivitas dan keberlanjutan program.
Brian menjelaskan, "Ada beberapa teknologi tadi dibicarakan, kita akan segera pilih dan juga akan berjalan bersama Danantara sehingga nantinya penanganan sampah juga akan berjalan di level-level mikro, di tingkat kelurahan lebih efektif." Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga memastikan bahwa aspek lingkungan menjadi perhatian utama. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (LH) untuk memastikan bahwa teknologi yang diterapkan tidak menimbulkan dampak negatif.
Lebih lanjut, pemerintah berencana menggelar rapat lanjutan dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Danantara, serta pemerintah daerah untuk mendorong implementasi secara lebih luas.
Brian menyatakan, "Jadi kita akan segera lakukan rapat dengan LH, dengan Danantara untuk pengembangan teknologinya lebih massal, sehingga standarnya juga lebih baik. Dan juga tadi dengan Pemda, kita akan segera uji coba di beberapa kota dan ini harapannya juga bisa mempercepat penanganan sampah sambil menunggu tentu Waste to Energy yang sedang dijalankan Danantara berjalan."
10 Ton per Hari
Terkait dengan waktu pelaksanaan, pemerintah menargetkan agar uji coba dapat dimulai tahun ini di beberapa kelurahan. Penanganan yang direncanakan akan difokuskan pada volume sampah di tingkat kelurahan atau desa.
"Kira-kira 10 ton per hari, jadi sampah di kelurahan, di desa itu kira-kira besarannya 10 ton per hari itu yang akan kita coba atasi," ujarnya. Dia juga menjelaskan bahwa konsep Waste to Energy yang digunakan untuk menghasilkan listrik berbeda dengan teknologi skala mikro. Teknologi skala mikro lebih berfokus pada pengurangan dan pengolahan sampah menjadi material turunan yang bermanfaat.
"Kalau yang ini tidak menghasilkan listrik, jadi ini hanya untuk menangani sampah menjadi pasir atau debu yang nanti bisa dipakai untuk dicampur pasir untuk trotoar, untuk semen dan sebagainya," pungkas Brian.