Operasional Boeing dan Airbus di Bandara Samarinda akan Dibatasi Karena Runway Riskan
Merdeka.com - Kemenhub membatasi pengoperasian Boeing dan Airbus di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur. Dengan begitu, tidak ada rute baru dari dan ke Samarinda, kecuali menggunakan pesawat jenis ATR dan Bombardier.
Pembatasan itu sejatinya diberlakukan Kemenhub, sejak Oktober 2019 lalu. Mengingat, kondisi runway sepanjang 2.250 meter itu, dinilai riskan untuk didarati pesawat memiliki beban di atas 65 ton.
"Pembatasan masih berlaku. Runway kita itu, sedang sakit. Jadi, kita maksimalkan penerbangan yang ada, dengan rata-rata penumpang 4.000 setiap harinya," kata Kepala Bandara APT Pranoto Dodi Dharma Cahyadi, kepada merdeka.com, Rabu (5/2).
Dodi menerangkan, dengan begitu, pengajuan rute baru dari dan ke Samarinda menggunakan Boeing dan Airbus, sementara ditangguhkan hingga batas yang belum ditentukan. "Sampai runway diperbaiki. Kecuali untuk rute baru menggunakan pesawat ATR dan Bombardier yang diperkenankan," ujar Dodi.
Dodi menerangkan, pihaknya sedang menunggu tim panel ahli dari UGM dan kementerian terkait, yang digagas Kemenhub, untuk mengevaluasi menyeluruh kondisi runway.
"Kita sudah sampaikan, dan usulkan ke Kemenhub. Apakah nanti rekomendasinya adalah direkonstruksi ulang semua (runway), atau segmen per segmen. Nunggu itu saja," sebut Dodi.
"Sampai sekarang saja, kita masih lakukan perbaikan-perbaikan untuk keretakan kecil. Nanti, kalau runway sudah bagus, baru kita realisasikan rute-rute baru. Sekarang juga sambil kita lakukan pembenahan terus di sisi darat, di terminal," terang Dodi.
Dodi tidak menampik, banyak dari maskapai yang mengajukan rute baru dari dan ke Samarinda menggunakan Boeing dan Airbus. "Tapi sekali lagi terkendala runway, jadi nggak dulu (direalisasikan). Daripada nanti rusak terus," demikian Dodi.
Diketahui, Bandara APT Pranoto Samarinda dibangun dengan dana Rp1,8 triliun, di mana Rp200 miliar diantaranya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Bandara dengan panjang runway 2.250 meter dan lebar 45 meter itu, diresmikan Presiden Joko Widodo 25 Oktober 2018 lalu. Saat ini, rute-rute yang dilayani antara lain Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, dan Surabaya, serta Berau.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya