Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengambil langkah proaktif dengan memusatkan lima posko Ring 1. Posko-posko ini didirikan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah selatan, khususnya di Peramuan Ujung, Banjarbaru, yang menjadi area prioritas. Keputusan ini diambil menyusul adanya peningkatan signifikan kejadian karhutla di kawasan tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, di Banjarbaru, Sabtu, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, total 512 kejadian karhutla telah berhasil ditangani di Kalsel. Banjarbaru tercatat sebagai daerah dengan jumlah kejadian terbanyak, mencapai 162 kali, dengan luas lahan terbakar yang mencapai sekitar 392 hektare. Data ini menggarisbawahi urgensi penanganan karhutla, terutama di wilayah selatan Kalimantan Selatan.
Ronny menjelaskan bahwa pemusatan posko ini merupakan respons terhadap pergeseran pola karhutla yang terjadi tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kawasan utara seperti Gunung Damar dan Guntung Payung lebih rawan, kini fokus kebakaran bergeser ke wilayah selatan, meliputi Peramuan Ujung, Pengayuan, dan Liang Anggang di Banjarbaru, serta Bati-Bati dan Kurau di Kabupaten Tanah Laut.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan dan Pergeseran Pola Karhutla di Kalimantan Selatan
Data terbaru dari BPBD Kalsel menunjukkan bahwa penanganan karhutla menjadi semakin krusial. Sebanyak 512 kejadian karhutla telah berhasil diatasi, namun angka ini juga mencerminkan frekuensi kebakaran yang tinggi. Banjarbaru menjadi sorotan utama karena mencatatkan 162 kejadian, yang merupakan jumlah tertinggi di Kalsel, dengan total area terbakar mencapai 392 hektare.
Kondisi ini mendorong BPBD Kalsel untuk mengubah strategi penanganan, khususnya dengan memusatkan perhatian di wilayah selatan. Pola karhutla tahun ini telah bergeser secara signifikan. Sebelumnya, kawasan utara seperti Gunung Damar dan Guntung Payung lebih sering menjadi titik rawan kebakaran. Namun, saat ini, kejadian kebakaran lebih dahulu terjadi di Peramuan Ujung, Pengayuan, dan Liang Anggang di Banjarbaru, serta meluas hingga Bati-Bati dan Kurau di Kabupaten Tanah Laut yang juga berada di bagian selatan.
Ronny Eka Saputra menambahkan bahwa salah satu faktor pemicu kerentanan di kawasan selatan adalah peningkatan suhu permukaan. Suhu umumnya meningkat pada kisaran pukul 10.00 hingga 11.00 Wita, membuat wilayah ini lebih rentan terhadap pemicu kebakaran.
Advertisement
Advertisement
Strategi Pemusatan Posko Ring 1 untuk Respons Cepat
Sebagai langkah cepat dan efektif, BPBD Kalsel menempatkan satu posko Ring 1 secara strategis di Peramuan Ujung, Banjarbaru bagian selatan. Posko ini dilengkapi dengan pos pantau untuk mempercepat pemantauan dan penanganan titik api. Selain itu, petugas dari posko lain juga turut membantu untuk memastikan respons yang maksimal.
Strategi pemusatan penanganan ini bertujuan untuk mempercepat respons personel di wilayah prioritas. Dengan demikian, proses pemadaman dapat dilakukan sejak awal kemunculan api, yang diharapkan mampu menekan dampak terhadap wilayah sekitar. Pendekatan ini sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Ronny menjelaskan bahwa kawasan Peramuan Ujung diprioritaskan karena pengalaman sebelumnya. Kebakaran di area ini sempat meluas hingga sekitar 100 hektare dalam waktu singkat. Kejadian tersebut menjadi dasar kuat bagi BPBD untuk menempatkan pos lapangan di lokasi tersebut, memastikan setiap kemunculan titik api dapat segera ditangani sebelum kebakaran meluas.
Advertisement
Advertisement
Kunjungan Menko Polkam dan Pesan Keselamatan
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, mendampingi kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung penanganan karhutla, kondisi lapangan, serta fasilitas yang dimiliki oleh BPBD Kalsel.
Menko Polkam memberikan perhatian khusus terhadap upaya penanggulangan karhutla di Kalsel. Beliau meminta seluruh personel yang bertugas untuk selalu mengutamakan keselamatan saat menjalankan tugas. Selain itu, Menko Polkam juga menekankan pentingnya penanganan cepat setiap kejadian karhutla sejak awal kemunculan api.
“Beliau berpesan agar petugas mengutamakan keselamatan, segera menanggulangi kejadian apabila api mulai muncul agar jangan sampai membesar, dan jangan sampai dibiarkan tidak teratasi dengan baik,” ujar Ronny, mengutip pesan dari Menko Polkam. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh tim di lapangan untuk bertindak sigap dan hati-hati dalam upaya pemadaman.
Advertisement
Sumber: AntaraNews