DLH Kaltim Padukan Sistem Digital dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Pengelolaan Sampah Kaltim

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Timur mengintegrasikan pelaporan digital dan program pemberdayaan untuk optimalkan Pengelolaan Sampah Kaltim, menekan volume timbulan sampah di daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DLH Kaltim Padukan Sistem Digital dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Pengelolaan Sampah Kaltim
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Timur mengintegrasikan pelaporan digital dan program pemberdayaan untuk optimalkan Pengelolaan Sampah Kaltim, menekan volume timbulan sampah di daerah. (AntaraNews)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil langkah strategis dengan memadukan sistem pelaporan digital dan pemberdayaan masyarakat. Inisiatif ini bertujuan utama untuk menekan volume timbulan sampah yang terus meningkat di wilayah tersebut. Integrasi kedua pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan fondasi yang kuat untuk perumusan kebijakan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kaltim, Andi Sitti Asti Suriaty, di Samarinda, menyatakan bahwa data persampahan yang valid dan program pemberdayaan masyarakat adalah kunci. Langkah ini diwujudkan melalui peningkatan kapasitas wali data daerah dalam mengoperasikan Sistem Informasi Kinerja Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) secara optimal. Selain itu, pemerintah daerah juga memaksimalkan fungsi teknologi melalui Aplikasi Perencanaan-Pemantauan Aksi Rendah Karbon Nasional (Aksara).

Total timbulan sampah tahunan di Kaltim mencapai 881.462 ton, di mana limbah pangan atau sampah makanan menjadi penyumbang terbesar secara signifikan. Melalui penguatan infrastruktur pelaporan digital dan peluncuran program kemitraan, DLH Kaltim berupaya mengatasi tantangan ini. Program tersebut adalah Kemitraan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Sinergi Pemerintah, Pelaku Usaha/Kegiatan, Bank Sampah dan Masyarakat (Kemas).

Integrasi Digital untuk Akuntabilitas Data Pengelolaan Sampah Kaltim

DLH Kaltim menekankan pentingnya akurasi data dalam Pengelolaan Sampah Kaltim melalui pemanfaatan teknologi digital. Peningkatan kapasitas para wali data daerah dalam mengoperasikan Sistem Informasi Kinerja Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menjadi fokus utama. Sistem ini dirancang untuk memastikan integrasi data persampahan yang valid, yang krusial dalam merumuskan kebijakan lingkungan berkelanjutan.

Selain SIPSN, pemerintah daerah juga memanfaatkan Aplikasi Perencanaan-Pemantauan Aksi Rendah Karbon Nasional (Aksara). Aplikasi ini berfungsi untuk memastikan pelaporan kinerja kebersihan dari seluruh kabupaten dan kota berjalan lancar. Andi Sitti Asti Suriaty menegaskan, "Penguatan kapasitas operator sistem digital ini sangat penting untuk menjamin akuntabilitas tata kelola pelestarian lingkungan hidup kita."

Langkah ini mencerminkan komitmen DLH Kaltim untuk memastikan bahwa setiap data yang dilaporkan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Data yang valid akan menjadi dasar yang kuat untuk evaluasi dan perbaikan program Pengelolaan Sampah Kaltim di masa mendatang. Dengan demikian, upaya pengurangan sampah dapat dilakukan secara lebih terukur dan efektif.

Program Kemas: Kolaborasi Multisektor untuk Ekonomi Sirkular dalam Pengelolaan Sampah Kaltim

Sebagai upaya tambahan dalam Pengelolaan Sampah Kaltim, DLH Kaltim meluncurkan inisiatif kemitraan baru bernama Program Kemitraan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Sinergi Pemerintah, Pelaku Usaha/Kegiatan, Bank Sampah dan Masyarakat (Kemas). Program ini dirancang untuk menyinergikan kekuatan dari berbagai pihak. Pihak-pihak tersebut meliputi pemerintah, dunia usaha, jejaring bank sampah, dan komunitas masyarakat.

Asti menjelaskan, "Program Kemas kami inisiasi sebagai langkah taktis untuk membangun kolaborasi multisektor yang terpadu dari proses hulu hingga penanganan di hilir." Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang menjadikan limbah buangan kembali memiliki nilai jual finansial. Dengan demikian, sampah tidak lagi hanya menjadi masalah, tetapi juga sumber daya yang bernilai ekonomi.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha. Melalui sinergi ini, proses pemilahan, pengumpulan, hingga pengolahan sampah dapat berjalan lebih efisien dan berkelanjutan. Program Kemas menjadi bukti nyata komitmen DLH Kaltim dalam menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus memberdayakan ekonomi lokal.

Komitmen Daerah dan Harapan untuk Pengelolaan Sampah Kaltim Berkelanjutan

Agenda koordinasi terkait Pengelolaan Sampah Kaltim telah dilangsungkan secara hibrida di Samarinda, melibatkan unsur instansi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) se-Kaltim. Kehadiran perwakilan Bappeda ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah. Asti menyatakan, "Kehadiran perwakilan badan perencanaan daerah ini menunjukkan keseriusan kita bersama dalam menyusun target pengurangan timbulan buangan secara lebih terukur."

Kolaborasi multisektor ini memastikan bahwa data kebersihan yang disajikan selaras dengan arah perumusan target pembangunan jangka menengah pada setiap wilayah otonom. Penguatan kapasitas melibatkan perwakilan pengelola lingkungan dari beberapa kabupaten/kota. Daerah-daerah tersebut antara lain Kutai Kartanegara, Paser, Kutai Timur, Mahakam Ulu, Penajam Paser Utara, serta Samarinda.

DLH Kaltim berharap kemitraan ini tidak hanya mampu menjaga kelestarian ekologi alam. Lebih dari itu, program ini juga diharapkan dapat menghadirkan kesejahteraan ekonomi nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, upaya Pengelolaan Sampah Kaltim tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat setempat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi