MPMX Bukukan Laba Bersih Rp336 Miliar di Semester I 2026, Tumbuh 23 Persen

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) berhasil membukukan laba bersih Rp336 miliar pada Semester I 2026, menunjukkan pertumbuhan positif 23 persen meskipun pendapatan konsolidasi sedikit menurun.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
MPMX Bukukan Laba Bersih Rp336 Miliar di Semester I 2026, Tumbuh 23 Persen
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) berhasil membukukan laba bersih Rp336 miliar pada Semester I 2026, menunjukkan pertumbuhan positif 23 persen meskipun pendapatan konsolidasi sedikit menurun. (AntaraNews)

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada paruh pertama tahun 2026. Perusahaan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp336 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 23 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pencapaian laba tersebut diraih di tengah pendapatan bersih konsolidasi yang relatif stabil. MPMX mencatat pendapatan bersih sebesar Rp7,7 triliun. Angka ini turun tipis 1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Grup CFO MPMX, Beatrice Kartika, menyatakan bahwa fokus perusahaan pada kualitas pertumbuhan mulai membuahkan hasil yang positif. “Kinerja semester pertama tahun 2026 menunjukkan bahwa fokus kami untuk menjaga kualitas pertumbuhan mulai memberikan hasil yang positif,” kata Beatrice Kartika dalam keterangan tertulis.

Kinerja Keuangan Konsolidasi MPMX Semester I 2026

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) melaporkan peningkatan profitabilitas yang signifikan pada Semester I 2026. Laba bersih konsolidasian perusahaan mencapai Rp336 miliar, melonjak 23 persen secara tahunan. Peningkatan ini ditopang oleh disiplin pengelolaan biaya serta optimalisasi bauran bisnis.

Meskipun laba bersih tumbuh, pendapatan bersih konsolidasi MPMX tercatat sebesar Rp7,7 triliun. Angka ini mengalami penurunan tipis 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laba kotor meningkat 6 persen yoy menjadi Rp691 miliar, dan laba usaha tumbuh 25 persen yoy menjadi Rp366 miliar.

Sejalan dengan itu, margin laba kotor meningkat menjadi 9 persen, margin laba usaha menjadi 4,7 persen, dan margin laba bersih naik menjadi 4,4 persen. Hal ini menunjukkan perbaikan margin di berbagai segmen usaha.

Dinamika Bisnis Distribusi dan Ritel MPMX

Pada segmen distribusi dan ritel, MPMX membukukan kinerja yang relatif stabil pada semester pertama 2026. Segmen ini tetap menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan.

Pendapatan penjualan sepeda motor melalui MPMulia turun 3 persen (yoy) menjadi Rp6 triliun. Namun, penurunan ini diimbangi oleh pertumbuhan bisnis ritel serta layanan purna jual. Pendapatan layanan purnajual meningkat 9 persen menjadi Rp751 miliar.

Bisnis ritel mencatat pertumbuhan, dengan penjualan sepeda motor naik 6 persen menjadi Rp1,7 triliun. Pendapatan layanan purna jual juga meningkat lebih dari 9 persen menjadi Rp51 miliar. Secara keseluruhan, pendapatan bersih segmen distribusi dan ritel tercatat Rp7,3 triliun atau turun tipis 0,4 persen yoy.

Performa Segmen Asuransi MPMInsurance

Pada segmen asuransi, MPMInsurance membukukan pendapatan sebesar Rp434 miliar, turun 10 persen (yoy). Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya kontribusi dari lini asuransi kendaraan bermotor dan bisnis lainnya.

Meski pendapatan menurun, biaya jasa asuransi berhasil ditekan 13 persen (yoy) menjadi Rp357 miliar. Kondisi ini mendorong hasil jasa asuransi naik 4 persen (yoy) menjadi Rp77 miliar.

Namun, hasil investasi tercatat sebesar Rp18 miliar, turun 31 persen (yoy). Penurunan ini terutama disebabkan oleh lebih rendahnya pendapatan dari instrumen saham.

Situasi Bisnis Penyewaan Kendaraan MPMRent

Bisnis penyewaan kendaraan melalui MPMRent mencatat penurunan pendapatan bersih sebesar 4 persen (yoy) menjadi Rp706 miliar pada Semester I 2026. Penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah armada yang disewakan.

Selain itu, layanan pengemudi dan volume penjualan mobil bekas juga menjadi faktor penyebab penurunan pendapatan di segmen ini.

Meskipun demikian, MPMRent tetap mampu menjaga profitabilitas di tengah moderasi aktivitas operasional. Laba kotor segmen ini meningkat 11 persen yoy menjadi Rp163 miliar, dengan margin laba kotor naik menjadi 23,1 persen.

Strategi Segmen Pembiayaan JACCS MPMFinance Indonesia

Pada segmen pembiayaan, pendapatan bersih JACCS MPMFinance Indonesia turun 43 persen (yoy) menjadi Rp311 miliar. Penurunan ini seiring penerapan strategi bisnis yang lebih selektif.

Meskipun pendapatan turun signifikan, beban operasional berhasil ditekan sebesar 45 persen (yoy) menjadi Rp275 miliar. Penurunan biaya operasional ini memperkuat margin keseluruhan.

Penurunan biaya dan beban pencadangan turut memperkecil rugi bersih sebesar 58 persen (yoy), dari Rp97 miliar menjadi Rp41 miliar. Hal ini menunjukkan efektivitas strategi selektif dan efisiensi biaya yang diterapkan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi