SAR Banten Kerahkan KN Tetuka, Optimalkan Pencarian Penumpang KMP Kirana II Hari Keempat

Tim SAR gabungan mengerahkan KN Tetuka dan perahu karet untuk mengoptimalkan pencarian penumpang KMP Kirana II yang diduga melompat ke laut di Selat Sunda, memasuki hari keempat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
SAR Banten Kerahkan KN Tetuka, Optimalkan Pencarian Penumpang KMP Kirana II Hari Keempat
Tim SAR gabungan mengerahkan KN Tetuka dan perahu karet untuk mengoptimalkan pencarian penumpang KMP Kirana II yang diduga melompat ke laut di Selat Sunda, memasuki hari keempat. (AntaraNews)

Tim SAR gabungan terus mengintensifkan operasi pencarian terhadap Andreas Lingsing (26), penumpang KMP Kirana II yang diduga melompat ke laut. Upaya ini memasuki hari keempat di perairan Selat Sunda, khususnya sekitar Pulau Tempurung.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten Al Amrad menjelaskan bahwa pencarian difokuskan pada jalur penyeberangan Merak-Bakauheni. Korban berasal dari Bandar Lampung dan belum ditemukan hingga saat ini.

Untuk memperluas area dan efektivitas pencarian, tim membagi pergerakan menjadi dua unit (SRU). Mereka mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR Tetuka dan perahu karet.

Strategi Pencarian Diperluas dengan Dua Unit SAR

Dalam upaya menemukan Andreas Lingsing, tim SAR gabungan menerapkan strategi pencarian yang lebih terstruktur. Mereka membagi area operasi menjadi dua unit pencarian atau SRU.

SRU I bertugas melakukan penyisiran menggunakan KN SAR Tetuka, mencakup area seluas 11 mil laut persegi (NM²). Sementara itu, SRU II menggunakan perahu karet untuk menyisir area seluas 4 NM².

Pembagian tugas ini bertujuan untuk mengoptimalkan daya jelajah dan efektivitas dalam menemukan korban. Kondisi cuaca cerah berawan diharapkan dapat mendukung kelancaran operasi.

Laporan Objek Mirip Tubuh Manusia dan Respon Cepat

Tim gabungan menunjukkan kesigapan tinggi dalam merespons setiap informasi yang masuk. Pada pukul 07.15 WIB, Vessel Traffic Service (VTS) Merak menerima laporan penting.

Laporan tersebut berasal dari kapal Bulk Halmahera, yang menginformasikan adanya objek menyerupai tubuh manusia mengapung. Lokasi objek berada di titik koordinat 05°57.578'S - 105°57.745'E.

Menanggapi laporan tersebut, KN SAR Tetuka segera bermanuver menuju lokasi yang disebutkan. Tim melakukan pengecekan menyeluruh untuk memverifikasi informasi tersebut.

Namun, setelah penyisiran intensif dilakukan hingga pukul 08.30 WIB di titik koordinat tersebut, objek yang dilaporkan tidak ditemukan. Pencarian di lokasi tersebut dinyatakan nihil.

Koordinasi Lintas Instansi dan Evaluasi Harian

Selain pengerahan armada di perairan, operasi pencarian ini juga melibatkan koordinasi terpadu lintas instansi. Al Amrad menekankan pentingnya kerja sama ini.

Berbagai pihak turut serta dalam operasi, termasuk Basarnas Lampung, VTS Merak, ASDP Merak, Polairud Polda Banten, Lanal Banten, dan BMKG Serang. Keluarga korban juga terus dilibatkan.

Hingga pukul 17.00 WIB, operasi penyisiran belum membuahkan hasil penemuan korban. Oleh karena itu, armada kembali disandarkan untuk evaluasi harian.

Upaya pencarian akan dilanjutkan kembali pada Minggu (2/8) pagi pukul 07.00 WIB. Tim berharap kondisi cuaca yang cerah berawan dapat membantu kelancaran operasi pencarian.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi