PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun aktif memberikan edukasi keselamatan perjalanan kereta api kepada pelajar. Kegiatan ini bertujuan menanamkan disiplin keselamatan sejak dini di wilayah operasionalnya. Sosialisasi ini merupakan bagian dari kampanye keselamatan perjalanan kereta api yang dilakukan KAI secara berkelanjutan.
Pada Sabtu, 1 Agustus 2026, ratusan pelajar dan guru dari MI Al Huda Bogo di Dusun Kedung Banteng, Desa Bogo, Kecamatan Nganjuk, mengikuti kegiatan tersebut. Tim Pengamanan (PAM) Daop 7 Madiun hadir langsung untuk menyampaikan materi secara interaktif. Edukasi ini diharapkan dapat membentuk kedisiplinan dan kesadaran akan bahaya di sekitar jalur kereta api.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyatakan bahwa anak-anak adalah agen perubahan yang sangat efektif. Melalui sosialisasi ini, KAI ingin menanamkan pemahaman bahwa jalur kereta api bukanlah tempat bermain. Area tersebut merupakan area steril dengan bahaya yang sangat tinggi.
Advertisement
Advertisement
Menanamkan Disiplin Sejak Dini untuk Keselamatan Kereta Api
KAI Daop 7 Madiun secara konsisten melakukan kampanye keselamatan perjalanan kereta api. Edukasi ini menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk sektor pendidikan. Penekanan pada anak-anak dianggap krusial untuk membentuk kebiasaan baik sejak usia muda.
Tohari menjelaskan bahwa edukasi kepada anak-anak diharapkan tidak hanya membentuk kedisiplinan diri. Namun juga mendorong mereka untuk mengingatkan teman dan keluarga. Hal ini terkait pentingnya keselamatan di sekitar jalur kereta api.
Keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tugas KAI semata. Ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan sektor pendidikan, angka kecelakaan dapat ditekan. Baik itu di perlintasan sebidang maupun di sepanjang jalur rel.
Advertisement
Advertisement
Materi Interaktif dan Prinsip "Berteman" dalam Edukasi Keselamatan Kereta Api
Dalam sosialisasi ini, Tim Pengamanan (PAM) Daop 7 Madiun menyampaikan materi secara interaktif. Mereka menjelaskan berbagai aturan keselamatan di lingkungan perkeretaapian. Materi yang disampaikan mencakup larangan bermain atau beraktivitas di sekitar jalur rel.
Selain itu, bahaya melempari kereta api juga menjadi fokus pembahasan. Pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas juga ditekankan. Kedisiplinan saat melintasi perlintasan sebidang merupakan hal yang sangat penting.
Para siswa juga diajarkan prinsip "Berteman" saat melintasi perlintasan sebidang. Prinsip ini merupakan singkatan dari Berhenti, Tengok Kanan-Kiri, Aman, Jalan. Penerapan prinsip ini diharapkan dapat mencegah insiden yang tidak diinginkan.
Advertisement
Advertisement
Dukungan KAI Daop 7 untuk Lingkungan Pendidikan di Nganjuk
Selain memberikan edukasi keselamatan, KAI Daop 7 Madiun juga menyalurkan bantuan. Bantuan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan. Paket peralatan ibadah diserahkan untuk mendukung sarana dan prasarana di MI Al Huda Bogo.
KAI Daop 7 Madiun berharap kegiatan ini memiliki dampak ganda. Pertama, mendukung upaya peningkatan kesadaran keselamatan. Kedua, memperkuat kepedulian terhadap lingkungan pendidikan di wilayah operasionalnya.
Tohari kembali menegaskan harapannya kepada para siswa. "Kami berharap adik-adik di MI Al Huda Bogo ini tidak hanya menerapkan disiplin untuk diri sendiri," katanya. "Tetapi juga ikut mengingatkan teman dan keluarga di rumah," tambahnya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews