OJK dan BSG Perkuat Kapasitas Finansial Petani Minahasa Selatan Lewat Program Gencarkan

OJK bersama BSG terus berupaya meningkatkan kapasitas finansial petani di Minahasa Selatan melalui Program Gencarkan, memberikan edukasi dan akses permodalan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
OJK dan BSG Perkuat Kapasitas Finansial Petani Minahasa Selatan Lewat Program Gencarkan
OJK bersama BSG terus berupaya meningkatkan kapasitas finansial petani di Minahasa Selatan melalui Program Gencarkan, memberikan edukasi dan akses permodalan. (AntaraNews)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (BSG) aktif dalam upaya peningkatan kapasitas finansial kelompok tani. Inisiatif ini difokuskan di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, sebagai bagian dari komitmen mereka terhadap sektor pertanian. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan di wilayah pedesaan.

Direktur Operasional BSG, Louisa Parengkuan, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan). Fokus utamanya adalah penguatan kapasitas finansial bagi kelompok petani, pengurus kelompok tani (poktan), serta pelaku usaha agribisnis lokal. BSG berperan sebagai Campaign Manager Gencarkan di tingkat provinsi.

Melalui program ini, BSG tidak hanya menyediakan materi edukasi tentang perencanaan keuangan hasil panen, tetapi juga mendekatkan layanan transaksi Digital Bank SulutGo. Selain itu, kemudahan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian BSG berbunga rendah juga ditawarkan. Inisiatif ini disambut baik oleh Bupati Minahasa Selatan, Franky D Wongkar.

Fokus Program Gencarkan dan Peran BSG

Louisa Parengkuan menegaskan bahwa BSG memiliki komitmen kuat sebagai Campaign Manager Gencarkan di tingkat provinsi. Mereka berupaya menghadirkan solusi finansial yang nyata dan mudah diakses, khususnya bagi sektor pertanian. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak para petani dalam mengelola keuangan mereka.

Inisiatif ini mencakup edukasi komprehensif mengenai perencanaan keuangan hasil panen, yang sangat penting bagi keberlanjutan usaha tani. Selain itu, BSG juga berupaya mendekatkan layanan transaksi Digital Bank SulutGo ke wilayah pedesaan, memastikan aksesibilitas bagi petani. Kemudahan permodalan menjadi fokus utama, dengan penyediaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian BSG berbunga rendah.

KUR Pertanian ini diharapkan dapat membantu petani dalam mengembangkan usaha mereka tanpa terbebani bunga tinggi. Pendekatan holistik ini menunjukkan upaya serius dari BSG untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian. Program Gencarkan menjadi jembatan bagi petani untuk meraih stabilitas finansial.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Perlindungan Konsumen

Bupati Minahasa Selatan, Franky D Wongkar, menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi antara OJK, Bank SulutGo, dan BRI. Beliau menekankan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi Minahasa Selatan. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman pengelolaan keuangan bagi petani dinilai sangat krusial.

Peningkatan kapasitas finansial ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga tani. Selain itu, program ini juga berfungsi sebagai benteng bagi masyarakat dari ancaman kejahatan keuangan digital. Pinjaman online (pinjol) ilegal dan investasi bodong menjadi perhatian utama yang ingin dihindari.

Tim OJK SulutGo, yang diwakili oleh Ahmad Rudy Prasetya dan Nathania Theresia, turut memberikan materi penting. Mereka membedah strategi pemisahan keuangan usaha tani dengan kebutuhan rumah tangga, sebuah aspek krusial dalam pengelolaan finansial. Pentingnya aspek perlindungan konsumen juga ditekankan dalam sesi edukasi tersebut.

Sinergi Perbankan dan Harapan Kesejahteraan

Sinergi antara berbagai pihak diperkuat dengan keterlibatan aktif mitra perbankan dari BRI KCP Amurang. Arman Handrianel, perwakilan dari BRI KCP Amurang, turut serta dalam upaya ini. Keterlibatan BRI bertujuan untuk mendorong terciptanya ekosistem keuangan yang terintegrasi di Minahasa Selatan.

Kolaborasi yang kokoh ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, OJK, Bank SulutGo, dan perbankan jejaring. Diharapkan, melalui sinergi ini, kesejahteraan para petani di Minahasa Selatan dapat meningkat secara signifikan. Tujuannya adalah mewujudkan masyarakat agraris yang mandiri, cerdas, dan tangguh secara finansial.

Program ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan dukungan penuh dari berbagai lembaga, petani diharapkan mampu mengelola keuangan mereka dengan lebih baik. Hal ini akan berkontribusi pada stabilitas ekonomi daerah dan peningkatan kualitas hidup petani.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi