Milad ke-7, Himperra Berbagi Rumah Gratis untuk Ustadz dan Marbot Masjid, Ini Fakta Menariknya!
Rayakan milad ke-7, Himperra Berbagi Rumah Gratis kepada ustadz dan marbot masjid, serta beragam bantuan sosial lainnya. Simak detail lengkap program mulia ini!
Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) baru saja merayakan milad ke-7 dengan inisiatif sosial yang luar biasa. Organisasi ini membagikan tujuh unit rumah gratis kepada para ustadz dan marbot masjid di tujuh kota berbeda. Aksi mulia ini menunjukkan komitmen Himperra terhadap kesejahteraan masyarakat.
Tidak hanya itu, Himperra juga menyalurkan berbagai bentuk bantuan lain yang signifikan. Sebanyak 70 paket santunan anak yatim dan 700 paket sembako untuk fakir miskin serta dhuafa turut diberikan. Bahkan, 7.000 paket makanan disalurkan untuk penduduk Gaza di Palestina sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.
Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur Himperra atas capaian yang telah diraih selama tujuh tahun berkarya. Ketua Umum Himperra, Ari Tri Priyono, menyatakan bahwa ini juga merupakan apresiasi atas pembangunan perumahan di Indonesia. Program ini sejalan dengan visi pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat.
Program Himperra Berbagi dan Dukungan untuk Masyarakat
Selain program Himperra berbagi rumah gratis, Himperra juga fokus pada bantuan lain yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Ribuan paket sembako dan santunan anak yatim menjadi bagian dari upaya ini. Mereka ingin memastikan bahwa dampak positif dari perayaan milad ini dapat dirasakan secara luas.
Salah satu program unik lainnya adalah pemberian 70.000 uang muka (DP) rumah FLPP gratis. Bantuan ini khusus diberikan kepada anggota BPJS Ketenagakerjaan di seluruh perumahan anggota Himperra. Ini adalah langkah konkret untuk membantu pekerja memiliki hunian layak.
Himperra juga menunjukkan kepeduliannya terhadap pendidikan melalui rehabilitasi Sekolah Master di Margonda Raya Depok. Proyek ini meliputi perbaikan 17 bagian masjid dan pengecatan delapan ruang sekolah. Sebanyak 45 paket alat tulis juga disumbangkan untuk peserta didik di sekolah tersebut.
Sekolah Master dikenal sebagai sekolah gratis bagi anak-anak jalanan, masyarakat tidak mampu, pemulung, dan pengamen. Lokasinya berada di area Terminal Depok, memberikan kesempatan pendidikan bagi mereka yang kurang beruntung. Inisiatif Himperra ini sangat berarti dalam mendukung masa depan generasi muda.
Apresiasi Himperra terhadap Kebijakan Perumahan Pemerintah
Ari Tri Priyono juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah atas berbagai perubahan positif di sektor pembangunan perumahan. Kebijakan-kebijakan strategis telah memberikan angin segar bagi industri properti nasional. Dukungan pemerintah sangat krusial dalam mencapai target penyediaan hunian.
Salah satu perubahan signifikan adalah penambahan kuota rumah subsidi untuk tahun 2025, dari 220 ribu menjadi 330 ribu unit. Selain itu, batas gaji konsumen untuk rumah subsidi juga dinaikkan. Bagi individu, batas gaji naik dari Rp6 juta menjadi Rp12 juta, sementara untuk pasangan naik dari Rp7 juta menjadi Rp14 juta.
Pemerintah juga membebaskan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi konsumen rumah subsidi melalui SKB tiga Menteri. Kebijakan ini tentu meringankan beban finansial bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Langkah ini merupakan insentif penting untuk mendorong kepemilikan rumah.
Untuk mendongkrak penjualan rumah non-subsidi, pemerintah memperpanjang insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) 100 persen hingga tahun 2027. Insentif ini berlaku untuk pembelian rumah maksimal Rp2 miliar. Di penghujung 2025, pemerintah bahkan meluncurkan KUR sebesar Rp150 triliun untuk UMKM stakeholder perumahan. Ari Tri Priyono menyebut, "Belum pernah terjadi pemerintah memberikan insentif di bidang perumahan semasif sekarang."
Sumber: AntaraNews