Merawat Kebudayaan Melalui Tingalan Jumenengan Dalem Mangkunegaran X
Tingalan Jumenengan menjadi bentuk syukur atas telah berjalananya kepemimpinan K.G.P.A.A. Mangkunagoro X.
Sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, pesohor hingga artis tanah air menghadiri acara Tingalan Jumenengan Dalem atau peringatan naik takhta ke 3 tahun Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng (S.I.J.) Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (K.G.P.A.A.) Mangkunegara di Pendhapa Ageng, Pura Mangkunegaran, Jumat (7/2).
Pantauan merdeka.com, terlihat putra mahkota Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Suryo Aryo Mustiko (Purbaya), putri Paku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara.
Kemudian Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri PUPR Dody Hanggodo, Wamenbud Giring Ganesha, Selain itu juga terlihat Wamendikti Stella Christie, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto.
Hadir pula anggota DPR RI Aria Bima, Ahmad Dhani dan Mulan Jamela, Sherina Munaf yang datang bersama sang ayah Triawan Munaf, Wali Kota Solo Teguh Prakosa, Wali Kota Solo terpilih Respati Ardi dan Wakil Wali Kota Solo terpilih Astrid Widayani dan lainnya.
“Tingalan Jumenengan menjadi bentuk syukur atas telah berjalananya kepemimpinan K.G.P.A.A. Mangkunagoro X secara baik dan menjadi penanda tahun kepemimpinan K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X yang baru dengan harapan menjadi semakin baik dan lebih memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Ketua Pelaksana Tingalan Jumenengan G.R.Aj. Ancillasura.
Dalam Tingalan Jumenengan Dalem Kaping di tahun JE 1958 dalam penanggalan Jawa, Mangkunegaran menetapkan sengkalan atau kronogram “Dwipaka Yaksa Wiwaraning Jagad” sebagai penanda tahun.
"Sengkalan 'Dwipaka Yaksa Wiwaraning Jagad' memiliki makna mendalam, yaitu Gajah Agung, Penjaga Gerbang Dunia," katanya.
Menurutnya, Frasa ini menggambarkan peran gajah sebagai penjaga dan pelindung, yang selaras dengan figur Malekat Lindhu dalam tradisi Mangkunegaran. Sebagai simbol penolak bala dan pengusir rintangan, Malekat Lindhu tidak hanya merepresentasikan upaya Mangkunegaran untuk melindungi dan memelihara harmoni, tetapi juga mencerminkan keberanian dan kebijaksanaan dalam membuka jalan menuju masa depan, sesuai dengan visi Culture Future.
"Culture Future merupakan visi yang dibawa oleh K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X untuk melakukan pengembangan nilai-nilai budaya berdasarkan catatan sejarah yang disesuaikan dengan kehidupan hari ini melalui penggalian akar budaya, pendekatan revitalisasi, pengelolaan dan perawatan warisan budaya di Mangkunegaran, dengan tujuan agar dapat dihidupi oleh masyarakat luas dan memberikan manfaat yang signifikan di masa depan," ungkapnya.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menilai, Tingalan Jumenengan tersebut merupakan sebuah peristiwa kebudayaan.
"Tentu kita mengucapkan selamat kepada Kanjeng Gusti. Jadi kita sangat mendukung kegiatan yang merupakan warisan tradisi budaya yang selama ini sudah menjadi bagian dari kekayaan budaya kita," katanya.
Dengan adanya peristiwa budaya tersebut, lanjut dia, masyarakat bisa menyaksikan ragam budaya, termasuk tari tarian yang sangat jarang, sangat langka. Ia berharap budaya seperti tersebut bisa lestari terutama penurunan, transformasi nilai nilai budayanya pada generasi penerus.
"Kita berharap semua keraton termasuk Mangkunegaran dan keraton keraton lain bisa direvitalisasi dengan mekanisme public private partnership," ucapnya.